Iklan Ads

Belajar Rasa Ikhlas dari kisah Pohon dan Ulat

Hai, Readers ! . nah di posting label "Sabda Alam" kali ini RidhoA3 mau bahas tentang belajar dari alam mengenai keikhlasan pohon kepada ulat. Kadang kalau kita dapat kesempataan berbuat baik , terlintas kita berfikir transaksional. Artinya , kalo ada orang membutuhkan pertolongan, atau meminta tolong kita kadang berfikir, kalau kita tolong dia , dia tolong kita gak ya ? atau kita udah sering bantu dia, masa dibantu terus. gitu ya kan ?

Nah artikel kali ini mengenai percakapan se ekor ulat ama sebuah pohon. Meskipun Ridho sendiri ga ngerti yang diomongi oleh mereka apa (karena gue gak bisa dan ga ngerti bahasa tanaman dan bahasa hewan). Tapi cerita ini Ridho dapat dari postingan di facebook getoh. 



begini ... readers , Pada suatu hari Seekor ulat yang kelaparan terdampar di tanah tandus.Dengan lemas ia menghampiri pohon mangga sambil berkata, “Aku lapar, bolehkah aku makan daunmu ?”

Pohon mangga menjawab,
“Tanah di sini tandus, daunku pun tidak banyak.
Apabila kau makan daunku, nanti akan berlubang dan tidak kelihatan cantik lagi. Lalu aku mungkin akan mati kekeringan. Hmmm… tapi baiklah, kau boleh naik dan memakan daunku. Mungkin hujan akan datang dan daunku akan tumbuh kembali.”

Ulat naik dan mulai makan daun-daunan. Ia hidup di atas pohon itu sampai menjadi kepompong dan akhirnya berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.

Hari pun berganti .... tiba tiba ada kupu kupu cantik yang terbang menuju pohon mangga.



“Hai pohon mangga,
lihatlah aku sudah menjadi kupu-kupu.
Terima kasih karena telah mengizinkan aku hidup di tubuhmu.
Sebagai balas budi, aku akan membawa serbuk sari hingga bungamu
dapat berbuah.”

Dalam hidup kita sering memperhitungkan untung rugi pengorbanan yang dilakukan. “Jika saya memberi, saya akan kekurangan.
Bagaimana mengatasinya ?” Atau, “Bagaimana kalau ternyata saya ditipu ?”

Kawan , setiap kita memberi, ada sepercik sukacita di hati ?

Mother Teresa pernah berkata, “Lakukan apa yang menjadi bagianmu, dan jangan berpikir apa yang akan kita dapat.”

Bila ingin memberi, lakukan saja karena semuanya akan kembali ke kita juga. Jangan pernah piarakan Kekikiran dan KESERAKAHAN oleh diri kita.
**jangan lupa cek postingan sabda alam lainnya dan postingan kece lainnya di blog ini**

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Belajar Rasa Ikhlas dari kisah Pohon dan Ulat"

Post a Comment