Iklan Ads

HISTORIA BARONGSAI




Oya Readers... ada beberapa versi mengenai kisah munculnya tarian Barongsai. Versi pertama, Barongsai ini udah ada di kisah Nian (klik kalau mau tau tentang Nian) , Gue udah bahas di tulisan sebelumnya. Nian sang Raksasa itu kerap neror desa dari tahun ke tahun, sama kayak Kamu, yang neror hati Aku... #apasih sampai akhirnya seekor Singa mampu mengalahkan raksasa tersebut. Nian lalu bersumpah bakal kembali lagi, tapi saat itu penduduk udah gak punya Singa buat melindungi Mereka, mungkin Singanya lagi mudik. Jadi, Mereka menciptakan sebuah kostum yang mirip Singa, untuk menakut-nakuti Raksasa Nian agar pergi. Inilah alasannya mengapa Barongsai menjadi icon di tahun baru Imlek. Selain itu kisah ini juga menyatakan bahwa suara keras dari drum dan instrumen lainnya serta petasan membantu menakut-nakuti Nian. Warna merah yang menjadi ciri khas saat tahun baru Tiongkok dipercaya akan menakuti Nian untuk gak ganggu desa lagi.

Versi kedua, tarian Barongsai juga dipercaya melalui mimpi seorang Kaisar dari dinasti tang. Dalam mimpinya itu ada makhluk aneh yang menyelamatkan nyawanya. Ketika Dia bangun sang Kaisarpun menggambarkan makhluk dalam mimpinya yang menyerupai Singa makhluk dari barat. Kaisar menugaskan untuk membuat kostum Singa tersebut yang kini menjadi Barongsai untuk menghormati makhluk yang menyelamatkan hidupnya. Hebat ya... padahal cuma mimpi, tapi ko Kamu gak muncul-muncul di mimpiku? #apasih. Eh sekalinya muncul dimimpi, kenapa Kamu gak hadir di hari-hariku? #pedih. Jadi udah terjawab dong, kenapa Barongsai itu gambaran dari Singa? 

Readers udah pernah lihat pertunjukan Barongsai kan? Kalo belum pernah, mungkin Kita bisa nobar? Hehehe. Secara garis besar Barongsai itu dibagi menjadi dua jenis loh Readers... Barongsai Utara dan Barongsai Selatan. Perbedaan keduanya terdapat pada gerakan dan penampilan luar. 

Barongsai Utara mempunyai penampilan tubuh dengan bulu yang lebat, sedangkan gerakan mulutnya yang tidak begitu lincah. Berdasarkan istilah masyarakat Tionghoa, Barongsai ini disebut sebagai Pekingsai atau qi ling. Instrumen pengiring dari Pekingsai juga lebih menggunakan musik tradisional Tionghoa  dengan paduan kecapi yang mendominasi gerakan harmonis Pekingsai. Jadi pengen Bebek Peking euy...     
 
Sedangkan Barongsai Selatan mempunyai bentuk luar tubuh yang warna warni, bulunya tidak lebat dan gerakan mulutnya lincah. Inilah Barongsai pada umumnya yang biasa Kita sering jumpai, dimana musik pengiring menggunakan drum serta kombinasi simbal. Irama dentuman ini membuat suasana meriah, semangat, dan ceria. Kayak baru gajian... horeee.


  Lanjut baca lagi, lagi, lagi ..... BARONGSAI ALA INDO (coming soon)     


 

 TOKO AKU  


http://blogridhoa3.blogspot.co.id/search/label/Toko%20Aku?&max-results=8





Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "HISTORIA BARONGSAI"

Post a Comment