Iklan Ads

Sejarah dan Mitos IMLEK

               Kisah ini bermula dari sebuah legenda yang udah ada sejak dahulu kala. Nian, seekor raksasa pemakan manusia, dia berasal dari pegunungan yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak, bahkan penduduk desa. Ih... serem gak sih? Kalo si Nian masih ada sekarang ini? Tapi sekalipun Nian masih ada, gue gak perlu takut, gue kan penduduk kota, jadi gak bakal dimakan, hahahaha.

            Untuk melindungi diri dan desa, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada setiap awal tahun. Hal ini dipercaya kalo Nian,  bakal memakan makanan yang udah mereka siapkan, dan gak nyerang orang atau nyuri ternak serta hasil panen lagi.
            Kenapa warna merah yang identik dengan Imlek, bukan warna-warna lainnya? Itu ada sebabnya readers... Nian tiba-tiba lari ketakutan, tapi Aku gak akan pernah lari dari kamu ko. Lagi-lagi gue ngomong sama bantal. Ok lanjut... Nian lari ketakutan setelah ketemu dengan seorang anak kecil yang menggunakan pakaian warna merah. Mungkin Nian punya phobia sama warna merah kali ya? Sejak saat itu, penduduk percaya bahwa Nian takut sama warna merah, jadi setiap kali tahun baru, para penduduk akan menggantungkan lentera, kalo sekarang sih lebih sering kita lihat lampion dan gulungan kertas yang warnanya merah juga, lalu diletakanlah di jendela dan pintu.
            Gak hanya itu readers, Mereka juga menggunakan kembang api, untuk menakuti Nian. Ah, kembang api, bikin gue inget lagi sama Dia... ha? Bantal? bukan! Dia ini bukan bantal, Dia adek gue maksudnya, mungkin ada yang mau jadiin adek gue adek ipar? Ah... ya sudahlah. Adat-adat pengusiran Nian ini, kemudian berkembang menjadi perayaan tahun baru. Guo Nian dalam bahasa Tionghoa "Menyambut tahun baru" yang secara harafiah berarti "mengusir Nian" sang makhluk jahat. Usut punya usut, perayaan Imlek atau dalam bahasa Tionghoa disebut dengan sin tjia.  Sebenarnya berawal dari sejenis perayaan yang sering dilakukan para petani di Tionghoa pada setiap tanggal satu di bulan pertama awal tahun baru atau tradisi menyambut musim semi, kalo di Indonesia sih musim hujan.
            Tradisi simbolik lainnya yang gue tunggu-tunggu adalah pemberian angpau. Tau kan angpao? Please jangan norak, kalo gak tau juga tanya sama Embah Google. Menurut budayawan Tionghoa dan Konghuchu, angpau yang diberikan pada saat imlek punya makna filosofi sebagai transfer kesejahteraan atau energi. Transfer kesejahteraan dari orang mampu ke mereka yang tidak mampu,  dari orang tua ke anak-anak, dan dari anak-anak yang sudah menikah ke orang tua. Asyiiik... berarti gue masih dapet angpao nih...


    Mau baca lagi, lagi, lagi ..... imlek di Indonesia & Makassar     


 TOKO AKU  


http://blogridhoa3.blogspot.co.id/search/label/Toko%20Aku?&max-results=8

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sejarah dan Mitos IMLEK"

Post a Comment