Seperti apa ojek di Thailand? Makannya ke Thailand... hohoho. Negara Thailand berada di kawasan Asia Tenggara dan masih serumpun dengan Indonesia, gak heran ditemukannya kesamaan di beberapa bahasa, budaya, sampe ke alat tranpostasinya nih Readers. Yoi... Ojek disana persis banget kayak Ojek yang biasa suka Readers temukan. Bedanya di Thailand, kendaraan roda dua yang difungsikan untuk mengantar penumpangnya ke tempat tujuan ini dinamakan Nam-nam.
Readers bisa menemukan Nam-nam di berbagai wilayah Thailand, seperti Bangkok, Pattaya dan lainnya. Nam-nam biasanya mulai beroperasi dari jam 5 pagi sampe jam 10 malam. Selintas, Nam-nam ini gak beda jauh sama Ojek Tradisional biasanya, mereka sama-sama gak pake aplikasi online untuk ordernya, Readers. Penumpang yang ingin menaiki Nam-nam, cukup mendatangi pangkalan atau tempat khusus yang menjadi berkumpulnya para Nam-nam.
Tapi... kalo dilihat lebih detail, ada yang unik dari Nam-nam nih Readers... Para pengendara Nam-nam alias Kang Nam-nam, tertib mengenakan rompi berwarna orange. Rompi ini seperti seragam dinas Kang Nam-namnya Readers... Pada rompinya tertempel surat-surat penting seperti surat izin mengemudi, hingga tanda pengenal. Hal ini dimaksutkan untuk memudahkan si calon penumpang, menemukan Nam-nam dan membantu pihak keamanan mencatat pelanggaran jika sewaktu-waktu ada Nam-nam yang nakal. Keren deh pokonya Readers...
Akan tetapi gue tidak menemukan adanya surat nikah yang terpasang di rompi tersebut, hal ini menyulitkan readers untuk mengetahui apakah sang Joki atau Kang Nam Nam masih menjomblo, duda, single, atau beristri lebih dari lima *.* , hahahaha,
Perbedaan lainnya, dari Ojek dan T-Jek Nam-nam, adalah pemasangan plat tanda kendaraan hanya di bagian belakangnya saja, dengan latar belakang berwarna kuning, berbeda dengan kendaraan pribadi yang berwarna hitam dan kendaraan baru berwarna merah untuk mudah dikenali. Nah... karena amat tertib terdata, Ojek Nam-nam sebagai sarana transportasi resmi ini trayeknya juga di tentukan loh Readers... jadi ga bisa nakal deh.
Karena tarifnya yang sudah ditentukan itulah, jadi kalo ada Nam-nam yang minta uang jasa lebih dari tarif yang ditentukan, Masyarakat bisa melaporkan hal ini ke polisi #wahh...
Meskipun demikian ternyata Nam-nam alias T-Jek ini juga masih ada kekurangannya Readers, karena Kang Nam-nam sering tidak memperhatikan keselamatan penumpang, dengan tidak memberikannya helm. Waduh Readers... kemanapun berkendara, apalagi dengan sepeda motor, harus selalu pakai helmnya ya... karena kepalamu bukan batok kelapa. Hehehe.
Sedihnya,,,.. Karena padatnya jadwal di Thailand waktu itu, membuat Gue gak sempet nyoba naik Nam-nam, lebih lebih di naikin Nam-Nam . Nah, mungkin ada Readers yang mau coba sensasi naik Nam-nam di negara seribu pagoda, Thailand? Ditunggu ceritanya ya...
Oh, iya aku ada video penampakan T-Jek atau Nam Nam nih, lengkap dengan Kan Nam Nam (joki), serta penumpangnya yang gue temukan dalam keadaan SELAMAT. Cek di video bawah ini :

Belum ada tanggapan untuk "T-JEK (bukan T-JEY, bukan T-Rek atau G* Jek)"
Post a Comment