Dalam merancang suatu media ldk. Kita dihadapkan pada
dua pilihan. Apakah media ini berdiri dibawah naungan LDK atau terpisah
(lembaga semi otonom). Bagi saya pribadi, idealnya media islam di kampus berada
di luar struktur kelembagaan atau menjadi sebuah lembaga semi otonom. Mengapa ?
Karena LDK tidak dirancang untuk menjadi organisasi
yang mendukung tim media secara utuh. Sejauh ini yang saya pantau, LDK – LDK
yang saya kunjungi, rata – rata menggabungkan tim media dengan divisi syiar.
Padahal divisi syiar ini telah sibuk mengurusi program kerja dibidang event.
Namun, perkara ini dikemballikan lagi kepada LDK yang
bersangkutan. Karena bisa saja situasi kondisi belum memungkinkan untuk
berkarya diluar, atau LDK membutuhkan karya dakwah inovatif yang bersifat
kekinian. Adapun simulasi bagan, fungsi, struktur media LDK yang saya rancang
tidak terlalu menitik beratkan pada salah satu dari kedua pilihan tersebut.
Anda bebas mengaplikasikannya sesuai kebutuhan LDK anda.
Hal kedua, LDK tidak dirancang untuk dapat memberi
fasilitas yang optimal kepada tim media. Beberapa Ldk cenderung kepada gerakan
politik / inisiasi (kekuasaan). Dimana anggota yang dipupuk memiliki kompetisi
dalam merebut kekuasaan yang berada di dalam kampus. Sehingga masih banyak
kasus dimana kader yang memiliki kemampuan bidang media masih minim ladang
berekspresi selain menjadi desainer layout poster, banner, atau media promosi lainnya.
Ketiga, tim media memerlukan alat, tempat, juga
sarana pamer. Alat tim media tidak lah murah bahkan banyak yang tidak mudah.
Seperti sarana laptop yang mendukung kegiatan pengeditan baik bentuk visual –
atau audio visual. Kamera, tripod, sound recorder, lemari, studio, printer, dan
hal berbebagai macam lainnya. Apresiasi saya kepada tim Muslim Designer Community yang mengakomodir bahwa para desainer
illustrator memerlukan arena untuk Riya’ (pamer).
Berbicara tentang ruang pamer atau arena Riya’ kita tetap harus mengkonotasikan
kalimat tersebut dalam dogma positif. Sebagai awak media, memang memerlukan
suatu agenda dimana dirinya bisa mengekspresikan karyanya dihadapan khalayak
atau para creator lainnya. Hal ini
bertujuan untuk dapat mengukur kualitas karyanya, mendengar pendapat dari para expert (ahli), menentukan passion atau ghiroh arah karyanya, melihat dan membuka wawasannya dengan karya
rekan-rekan pameran lain.
Lembaga yang paling cocok untuk mengakomodir kegiatan
pameran ini sebenarnya ialah FSLDK baik dalam lingkup daerah hingga nasional.
Cukup mengadakan kegiatan tahunan tentang pameran media dakwah kampus, dimana
unsur seni bergabung dengan pesan dakwah. Citra dakwah yang tersirat melalui
penyampaian media yang kekinian. Jika perlu mengadakan lomba atau festival per
kategori karya media. Karena yang dinilai bukanlah dari segi kompetisi antar
LDK yang ada. Namun semangat, rasa berbagi, kebahagiaan saat karya mereka di
apresiasi, dan menjadi suatu rasa senang tersendiri berkarya untuk LDK dan
Indonesia, untuk umat ini. Selain itu FSLDK melalui komisi D perlu memberikan
pembinaan media kepada LDK-LDK yang masuk dalam koordinasinya. Karena masih
terdapat beberapa daerah yang mengalami ketidak seimbangan sumber daya. Dengan
adanya koordinasi FSLDK, LDK daerah tersebut akan melibatkan sumber daya yang
kompeten untuk memberikan pelatihan dan pembinaan dalam produksi media dakwah.
Sehingga yang terjalin ialah dari LDK untuk LDK, paling tidak hal ini dapat
memberikan citra yang baik bahwa kader ADK memiliki potensi yang baik.
Hal yang juga disayangkan ialah, banyak rekan ADK
yang terjebak dalam event pelatihan semu. Sengaja memanggil tokoh, figur,
lembaga yang dianggap memiliki kompetensi untuk berbicara tentang media. Namun
acara tersebut justru menjadi lahan marketing dan tidak memberikan dampak
peningkatan sumber daya yang klimaks. Semestinya ADK dapat mempertimbangkan
mana kegiatan yang dapat melahirkan kader atau meningkatkan potensial kadernya.
Atau membuat event yang dapat memberikan dampak kepada objek dakwah. Karena dua hal ini tentu berbeda porsi
kegiatan, jenis kegiatan, bahkan pembatasan jumlah peserta demi memaksimalkan
potensi yang ada.
Untuk mengetahui tentang karakteristik media LDK anda dapat membaca artikel ini.
Silahkan sebar tulisan ini ;)
Silahkan sebar tulisan ini ;)

Belum ada tanggapan untuk "RANCANG BANGUN MEDIA LDK"
Post a Comment