Profesor Robert T. Craig, mengidentifikasi tujuh tradisi
teori komunikasi. Beberapa pendekatan yang bersifat aktual, yang biasa
digunakan oleh para peneliti untuk mempelajari pelatihan dan masalah
komunikasi. Salah satu diantaranya :
1. Tradisi Cybernetic (Tradisi Sibernetika)
Komunikasi sebagai Pengolahan
Informasi
Teori ini memandang komunikasi
sebagai suatu sistem dimana berbagai elemen yang terdapat di dalamnya saling
berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain. Dalam hal ini komunikasi
sebagai proses informasi dan masalah yang banyak dihubungkan dengan keramaian,
kelebihan beban, dan malfungsi. Tradisi ini berkaitan dengan proses pembuatan
keputusan. Sistem ini bersifat terbuka, sehingga perkembangan dan dinamika yang
terjadi dilingkungan akan diproses didalam internal sistem. Sibernetika
digunakan dalam topik-topik tentang diri individu, percakapan, hubungan
interpersonal, kelompok, organisasi, media, budaya dan masyarakat.
Tradisi ini juga nampak paling masuk
akal ketika muncul isu tentang otak dan pikiran, rasionalitas, dan
sistem-sistem kompleks. Teori informasi berada dalam kontek ini. Demikian pula
konsep feedback menjadi penting dalam hal ini. Perkembangannya dapat pula
disebut teori-teori yang dikembangkan dari teori informasi seperti yang
dilakukan Charles Berger untuk komunikasi antar personal dan Guddykunt untuk
komunikasi antar budaya.
Contoh lain adalah proses pembuatan
kebijakan publik oleh lembaga pemerintahan dimana tradisi cybernetic dapat
menjelaskan. Terdapat proses sosialisasi untuk mendapatkan feedback dari publik
sebelum suatu kebijakan ditetapkan secara permanen.
Ilmuan dari MIT, Norbert
Wiener menggunakan kata Cybernet untuk mendiskripsikan bidang intelektual yang
bersifat semu. Tidak bisa dipungkiri tradisi cybernetic yang berangkat dari
Norbert Wiener ini dan dikombinasikan dengan Shannon – Wiever menjadi penting
sebagai salah satu tradisi dalam kajian komunikasi. Beberapa tokoh penting
disini adalah Wiener, Shannon-Weaver, Charles Berger, Guddykunts, Karl Deutch,
dan sebagainya.
Dalam tradisi cybernetic terdapat
beberapa varian, diantaranya:
- Basic System Theory, ini adalah format dasar. Pendekatan ini melukiskan seperti sebuah struktur yang nyata dan bisa di analisa dan diamati dari luar.
- General System Theory, sistem ini menggunakan prinsip untuk melihat bagaimana sesuatu pada banyak bidang yang berbeda menjadi selaras antara satu dengan yang lain.
- Second Order Cybernetic, dikembangkan sebagai sebuah alternative dari dua tradisi Cybernetic sebelumnya.

Belum ada tanggapan untuk "Cybernetic Tradition Communication (Tradisi Sibernetika)"
Post a Comment