Profesor Robert T. Craig, mengidentifikasi tujuh tradisi
teori komunikasi. Beberapa pendekatan yang bersifat aktual, yang biasa
digunakan oleh para peneliti untuk mempelajari pelatihan dan masalah
komunikasi. Salah satu diantaranya :
3. Semiotic Tradition (Tradisi Semiotika)
Komunikasi sebagai Proses Pertukaran
Simbol
Semiotika (semiotics) berasal dari
bahasa Yunani “semeion”, yang berarti tanda. Tanda-tanda tersebut
menyampaikan suatu informasi sehingga bersifat komunikatif, mampu menggantikan
suatu yang lain (stand for something else) yang dapat dipikirkan atau
dibayangkan (Broadbent, 1980). Ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda atau
kode. Tanda –tanda yang dimaksud, adalah segala sesuatu yang mewakili sesuatu
yang lainnya.
Tradisi ini memfokuskan pada
tanda-tanda dan simbol-simbol. Komunikasi dipandang sebagai sebuah jembatan
utama kata-kata yang bersifat pribadi. Tanda-tanda atau simbol-simbol yang ada
mendatangkan sesuatu yang mungkin dan tidak mungkin dibagi. Tradisi ini memang
cocok untuk memecahkan masalah, kesalahpahaman, dan respon-respon subyektif.
Tradisi ini juga banyak memperdebatkan bahasa yang meliputi tanda, simbol,
makna, referensi, kode, dan pemahaman. Contoh: suhu tubuh yang panas
bahwa tubuh itu terkena infeksi.
Dalam Little John disebut secara
lebih rinci landasan teoritis dari kalangan ahli linguistik seperti Ferdinand
de Saussure, Charles S. Pearce, Noam Chomsky, Benjamin Whorlf, Roland Barthes,
dan lainnya. Mencoba membahas tentang hakekat simbol. Jadi terdapat banyak
teori komunikasi yang berangkat dari pembahasan seputar simbol. Keberadaan
simbol menjadi penting dalam menjelaskan fenomena komunikasi. Simbol merupakan
produk budaya suatu masyarakat untuk mengungkapkan ide-ide, makna, dan
nilai-nilai yang ada pada diri mereka. Mengkaji aspek ini merupakan aspek yang
penting dalam memahami komunikasi.Teori-teori komunikasi yang berangkat dari
tradisi semiotik menjadi bagian yang penting untuk menjadi perhatian.
Analisis-analisis tentang iklan, novel, sinetron, film, lirik lagu, video klip,
fotografi, dan semacamnya menjadi penting.
Tradisi Semiotika itu sendiri
terbagi atas tiga varian, yaitu:
- Semantic (bahasa), merujuk pada bagaimana hubungan antara tanda dengan objeknya atau tentang keberadaan dari tanda itu sendiri.
- Sintagmatic, atau kajian tentang hubungan antar tanda . Tanda hampir tidak dapat berdiri sendiri.
- Paradigmatic, yang melihat bagaimana sebuah tanda membedakan antara satu manusia dengan yang lain atau sebuah tanda bisa saja dimaknai berbeda oleh masing-masing orang sesuai dengan latar belakang budayanya.
Keunggulan semiotika terletak pada
ide-ide tentang kebutuhan akan bahasa umum dan identifikasinya tentang
subyektifitas sebagai penghalang untuk memahami. Selain itu, juga kesepakatan
yang multi makna dari simbol-simbol teori semiotika sering berseberangan dengan
teori-teori yang menyarankan bahwa kata-kata tersebut memiliki makna benar,
tanda-tanda yang menunjukkan obyek yang ada dan akhirnya dikatakan bahwa bahasa
itu netral.

Belum ada tanggapan untuk "Semiotic Tradition (Tradisi Semiotika)"
Post a Comment