Profesor Robert T. Craig, mengidentifikasi tujuh tradisi
teori komunikasi. Beberapa pendekatan yang bersifat aktual, yang biasa
digunakan oleh para peneliti untuk mempelajari pelatihan dan masalah
komunikasi. Salah satu diantaranya :
5. The Critical Tradition (Tradisi Kritis)
Komunikasi
Sebagai Hasil dari Perefleksian Sebuah Wacana.
Tradisi
ini berangkat dari asumi teori-teori kritis yang memperhatikan terdapatnya kesenjangan
di dalam masyarakat. Proses komunikasi dilihat dari sudut kritis. Bahwa
komunikasi disatu sisi telah ditandai dengan proses dominasi oleh kelompok yang
kuat atas kelompok masyarakat yang lemah. Pada sisi lain, aktifitas komunikasi
mestinya menjadi proses artikulasi bagi kepentingan kelompok masyarakat yang
lemah. Tradisi ini dapat menjelaskan baik lingkup komunikasi antar personal
maupun komunikasi bermedia. Tradisi ini tampak kental dengan pembelaan terhadap
kalangan yang lemah. Komunikasi diharapkan berperan dalam proses transformasi
masyarakat yang lemah.
Dalam
teori kritis secara konsisten terdapat tiga ciri masyarakat kontemporer
- Kontrol bahasa untuk mengabadikan ketidakseimbangan kekuatan.
- Peran media massa dalam menumpulkan kepekaan terhadap penindasan.
- Blind ketergantungan pada metode ilmiah dan penerimaan tidak kritis.
Beberapa
figur penting dapat disebut seperti Noam Chomsky, Herbert Schiller, Ben
Bagdikian, C. Wright Mills, dan sebagainya yang pemikiran mereka menyoroti
tentang media. Varian dari Tradisi ini adalah :
- Marxisme, merupakan peletak dasar dari tradisi kritis ini . Marx mengajarkan bahwa ekonomi merupakan dasar dari segala struktur sosial.
- Kritik Politik ekonomi, pandangan ini merupakan revisi terhadap Marxisme yang dinilai terlalu menyederhanakan realitas kedalam dua kubu yaitu kalangan penguasa dan kalangan tertindas berdasarkan kepentingan ekonomi.
- Aliran Frankfurt, memperkenalkan bahwa aliran kritis mampu menawarkan suatu interkoneksi dan pengujian yang menyeluruh tentang perubahan bentuk dari masyarakat, kultur ekonomi, dan kesadaran.
- Posmodernisme, ditandai dengan sifat relativitas, tidak ada standarisasi nilai, menolak pengetahuan yang sudah jadi dan dianggap sebagai sesuatu yang sakral.
- Cultural studies, memusatkan pada perubahan sosial dari tempat yang menguntungkan dari kultur itu sendiri.
- Post strukturalis, yakni pandangan yang memandang realitas merupakan sesuatu yang komplek dan selalu dalam proses sedang menjadi.
- Post Colonial, mengacu pada semua kultur yang dipengaruhi oleh proses imperial dari masa penjajahan sampai saat ini.
Kelompok
teori-teori dalam tradisi ini cenderung komunikasi sebagai suatu tatanan sosial
yang menyangkut kekuasaan dan penindasan. Teori-teori kritis menanggapi
permasalahan tentang ideologi, kekuasaan, dan dominasi. Wacana kritis meliputi
ideologi, dialektika, penindasan, kebangkitan kesadaran, resistansi, dan
emansipasi. Tradisi ini mendorong pendekatan kepada teori yang meliputi
mengekalkan kekuasaan diri sendiri, nilai kebebasan antara kemerdekaan dan
persamaan, dan pentingnya diskusi.

Belum ada tanggapan untuk "The Critical Tradition (Tradisi Kritis)"
Post a Comment