Profesor Robert T. Craig, mengidentifikasi tujuh tradisi teori komunikasi. Beberapa pendekatan yang bersifat aktual, yang biasa digunakan oleh para peneliti untuk mempelajari pelatihan dan masalah komunikasi. Salah satu diantaranya :
6. The Phenomenological Tradition (Tradisi Fenomenologi)
Komunikasi sebagai Pengalaman Diri
Melalui Dialog
Tradisi fenomenologi ini
berkonsentrasi pada pengalaman pribadi termasuk bagian individu-individu yang
ada saling memberikan pengalaman satu sama lainnya. Komunikasi dipandang
sebagai proses berbagi pengalaman antar individu melalui dialog. Hubungan baik
antar individu mendapat kedudukan yang tinggi dalam tradisi ini. Dan hal ini
pula yang kemudian diadobsi secara teoritis untuk menanggapi permasalahan-permasalahan
yang timbul yang mengakibatkan terkikisnya hubungan yang sudah kuat.
Inti tradisi fenomenologi adalah
mengamati kehidupan dalam keseharian dalam suasana yang alamiah. Tradisi
fenomenologi dapat menjelaskan tentang khalayak dalam berinteraksi dengan
media. Demikian pula bagaimana proses yang berlangsung dalam diri khalayak.
Beberapa figur penting disini adalah James Lull, Ien Ang, dan sebagainya.
Kajian tentang proses resepti (reception studies) yang berlangsung dalam
diri khalayak menjadi penting. Maka proses resepsi sangat ditentukan oleh
factor nilai-nilai yang hidup dalam diri khalayak tersebut. Pendekatan
etnografi komunikasi menjadi penting diterapkan dalam tradisi ini. Adapun
varian dari tradisi Fenomonologi ini, adalah:
- Fenomonelogi Klasik, dipelopori oleh Edmund Husserl penemu Fenomenologi Modern Husserl percaya kebenaran hanya bisa didapatkan melalui pengarahan pengalaman, tapi kita harus bagaimana pengalaman kita bekerja. Dengan kata lain kesadaran akan pengalaman dari setiap individu.
- Fenomenologi Persepsi, berlawanan dengan Husser yang membatasi fenomenologi pada objektivitas.
- Fenomenologi Hermeneutik, aliran ini selalu dihubungkan dengan Martin Heidegger dengan landasan filosofis yang juga biasa disebut dengan Hermeneutic of dasein yang berarti suatu “interpretasi untuk menjadi”.

Belum ada tanggapan untuk " The Phenomenological Tradition (Tradisi Fenomenologi) "
Post a Comment