Media massa mengarahkan
pada khalayak dan sesuatu lainnya. Media menurut McQuail adalah windows (jendela) yang memungkinkan
kita melihat di luar lingkungan kita dengan cepat, interpreters (penafsiran) yang membantu kita mengalami pengalaman, platforms (panduan) atau carriers (pembawa) informasi, interactive communication (komunikasi
interaktif) yang menyampaikan umpan balik khalayak, signpost (papan penunjuk) yang memberikan kita intruksi-intruksi
dan arahan, filters (penyaring) yang menyaring bagian-bagian pegalaman dan
memusatkan perhatian pada orang lain. Mirrors
(cermin) yang memantulkan diri kepada kita sendiri, dan barrier (pengganggu) yang menghalangi
kebenaran.[1]
Menuru Onong Uchjana
Effendy, media massa adalah media komunikasi yang mampu menimbulkan
keserempakan, dalam arti khalayak dalam jumlah yang relatif sangat banyak
secara bersama-sama, pada saat yang sama memperhatikan pesan yang
dikomunikasikan melalui media tersebut, misalnya surat kabar, radio, televisi
dan film teatrikal yang ditayangkan di gedung bioskop.
Menurut Schramm, secara
sendiri ataupun bersama-sama dengan lembaga lain, media massa dapat melakukan
peran sebagai berikut:
1. Sebagai pemberi informasi. Tanpa media
massa sangatlah sulit untuk
menyampaikan informasi secara cepat dan tepat waktu seperti yang
diharapkan oleh suatu negara yang sedangg membangun.
2. Pembuat Keputusan. Dalam hal ini media
massa berperan sebagai penunjang karena fungsi ini menuntut adanya
kelompok-kelompok diskusi yang akan membuat keputusan dan media massa
menyampaikan bahan untuk didiskusikan serta memperjelas masalah yang sedang
diperbincangkan.
3. Sebagai pendidik. Sebagian dapat
dilaksanakan sendiri oleh media massa sedangkan bagian yang lainnya
dikombinasikan dengan komunikasi antar pribadi. Misalnya program-program
pendidikan luar sekolah, atau siaran pendidikan.

Belum ada tanggapan untuk "Media Massa (tv dan antek - antek nya )"
Post a Comment