Iklan Ads

Televisi sebagai Media Massa




Definisi yang paling sederhana tentang komunikasi massa dirumuskan Bittner (1980), yaitu “Mass Comunication is message communicated through a mass medium to a large number of people”, yang berarti Komunikasi Massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang[1].
 Joseph R. Dominick menyatakan bahwa The Message is the actual physical product that source encodes yang artinya bahwa pesan adalah hasil suatu fisik aktual yang disampaikan dengan sandi. Ketika kita berbicara perkataan kita adalah pesan, ketika kita menulis surat apa yang kita tulis dalam kertas adalah pesan. Ketika televisi menayangkan sebuah program, maka program itu dinamakan pesan, pesan dapat langsung dituju kesatu individu atau miliaran individu[2].
 Komunikasi massa dapat didefinisikan dengan memusatkan perhatian pada lima variabel (sumber, khalayak, pesan, proses, dan konteks) yang terkandung dalam setiap tindak komunikasi memperlihatkan bagaimana variabel-variabel ini bekerja pada media massa[3]. Variabel – variabel pada komunikasi Massa menurut Joseph A. Devito adalah sumber, sebagai sasaran pesan dari komunikasi massa, pesan, proses, dan konteks.
 Menurut Duncan, selain pesan verbal (bahasa) ada 6 jenis pesan non verbal, yaitu:

1.     Kinesik atau gerak tubuh, ekspresi wajah mengalami kebahagiaan, rasa terkejut, ketakutan, kemuakan, tekad dan lainnya melalui air muka atau tampak jelas pesan yang ingin disampaikan. Selain itu juga bisa dengan gerakan sebagian atau seuruh anggota badan.

2.     Paralinguistik, merupakan pesan non verbal yang berhubungan dengan cara mengucapkan pesan verbal, maksudnya sebuah pesan verbal yang sama dapat menyuarakan arti yang berbeda.

3.       Proksemik atau penggunaan ruangan personal  dan sosial, pesan yang disampaikan menggunakan fasilitas pengaturan jarak dan ruang. Berbicara dengan orang yang sudah akrab tentu berbeda secara kedekatan dengan orang yang baru atau belum dikenal.

4.         Olfaksi atau penciuman, komunikasi yang secara tak sadar dilakukan ini ternyata sudah digunakan manusia  untuk berkomunikasi secara sadar dan tidak sadar.

5.        Sesitivitas kulit, alat penerima sentuhan adalah kulit, yang mampu menerima dan  membedakan berbagai emosi yang disampaikan orang melalui sentuhan, sejak kecil manusia terbiasa untuk menerima sentuhan, biasanya ungkapan keakraban dan kasih sayang.

6.         Faktor arti factual seperti pakaian dan kosmetik. Pakaian yang kita pakai bisa digunakan untuk menyampaikan perasaan kita, misalnya memakai pakaian hitam ketika sedang berduka, atau pakaian yang semarak ketika kita ceria. 


Kesemuanya ini dapat mengerti secara cepat tanpa harus menyimpang dari pemberitaan yang sebenarnya (interpretasi berbeda). 
Dari penjelasan diatas, televisi adalah media yang menyampaikan pesan melalui suara dan gambar. Dengan memahami bahwa Televisi memiliki suara dan gambar, maka televisi harus menggunakan hal tersebut dengan efektif dan efisien, sehingga pesan yang disampaikan jelas dan dimengerti oleh penonton. Karena televisi tidak bisa diputar berulang – ulang, berarti informasi yang disampaikannya pun hanya sekali saja, oleh karena itu kru televisi harus menyusun naskah (skrip) dan gambar yang mudah dimengerti dan dipahami oleh pemirsa.



[1] Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, Rosdakarya, Bandung 2004
[2] Joseph R. Domminick, The Dynamic of Mass Communication, USA: Mc Graw Hill Companies, 2000 hal. 5
[3] Joseph A. Devito, Komunikasi Antar Manusia, Proffesional Book, Jakarta 1977, hal. 505

  Lanjut baca lagi, lagi, lagi ..... Media Penyiaran Televisi  (coming soon)     


 

 TOKO AKU  


http://blogridhoa3.blogspot.co.id/search/label/Toko%20Aku?&max-results=8

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Televisi sebagai Media Massa"

Post a Comment