Pengumuman - pengumuman , pihak kemdikbud mengeluarkan rilis 15 game berbahaya bagi anak anak , demikian pengumuman disampaikan , taddaaa
Nah Guys, Berhubung dengan postingan saya mengenai rilis 15 game berbahaya bagi anak anak dari kemdikbud (25/04/2016). Nah, ternyata beberapa game yang berbahaya tersebut merupakan game yang saya mainkan bahkan saya sukai. Diantaranya :

- World
of Warcraft = Nama lainnya disebut DOTA. Kenal ama game ini dari SMA kelas 1. Mainnya di warnet - warnet itu sambil battle ama player lain. Kalau dirumah, main juga dong hehe. MOD atau modifikasinya banyak tersedia, bahkan ada yang versi One Piece & Naruto , jadi ada karakter Zorro, Sanji, Luffy, Sasuke, Naruto. Unsur kekerasan pada game ini karena adanya adegan pukul atau serangan yang stagnan alias mukulnya gitu gitu aja. hahhahaaha. Membunuh, menghancurkan, memporak-porandakan, memohon kepada Jin atau penunggu, yah begitulah karakter game ini.
Fenomena seperti FIRST BLOOD (yang mati pertama), Pembunuh terbanyak, dan lain lain merupakan prestis para pemain game ini.
- Call of Duty = Game perang first person shooter andalan hingga saat ini. Awal mula main game ini sejak versi PS 1 nya. Lanjut PS 2. Awal mulanya dia main skenario perang dunia 2 antara sekutu melawan jerman. Lanjut perang Pasifik, perang dingin, perang vietnam, dan perang modern atau masa depan gitu. Dibandingkan First Person Shooter lainnya Call of Duty (COD) punya konsep game bukan cuma seru, audio visual keren, sensasi senjata, efek darah, potongan tubuh manusia, organ tubuh yang hancur, bahkan detail banget (terutama versi COD black ops) memang jadi ciri di game ini. Favorit COD dibandingkan FPS lainnya ialah dia punya story atau dramaturgi seperti film. Alur cerita yang acak, sulit ditebak, dan saya sebagai Gamers di iring menuju klimaks drama dari karakter yang sedang berperang ini.
- Point
Blank : Game yang terkenal di warnet. Awal kenal ama game ini di bangku kuliah tahun 2010. Warnet warnet dan game center ramai banget ama game ini. Waktu game ini saya mainkan, Gamers nya masih di dominasi pemain seusia saya , ya level anak SMA dan kuliahan bahkan dewasa lah. Lalu seiring berjalannya waktu , mulai lah para bocah bocah yang kalau kalah nangis, kalau kalah ngata-ngatain dengan kata kasar, mukul meja.
Bermain game ini saya teringat ama teman saya kuliah dulu di UBiNus Jakarta. Sebut saja namanya Dimas dan Adiknya. Kami biasa bermain bertiga di warnet, dengan formasi dan perlengkapan lengkap yang tentunya biaya yang gak murah. Saya bukan tipe orang yang mau keluar uang banyak hanya untuk urusan game online, hehe. Kalau ada yang gratisan ya kenapa harus bayar mahal sih. Berbeda dengan filosofis gamers ala teman saya, Dimas. Beliau memiliki visi kalau kita bisa berbayar, untuk mengalahkan bocah bocah itu ya kita beli aja. Alhasil kadang kalau main Dimas mengurus akun saya dan membeli beberapa item seperti armor dan senjata. Terlebih saat ada promo atau diskon saya dibelanjakan berbagai macam item dan diajak perang bareng. Formasi perang kami cukup sederhana. Dimas maju di depan (penyerang utama) karena memang skill dan sense membunuhnya kuat banget. Adiknya dimas menyerang entah kemana (namanya juga adek yang mau pilih jalannya sendiri). Dan saya di posisi belakang dimas, Lindungi bokongnya dari serangan pengecut. Penyerang cadangan kala Dimas Reload, Serta pasukan bantuan buat serang dari samping atau ngebantu adiknya Dimas.
Unsur sadis dari game ini ya biasalah darah darah, kita diajak terbiasa tembak kepala , nanti ada efek HEADSHOT, makin banyak headshot makin keren gelarnya. Pantauan gue di game center , bocah main ini , lalu kalah masih aja teriak gajelas ampe nangis. Hahahaha - Cross fire = Katanya game ini hampir mirip ama Point Blank, lahirnya game ini saat PB lagi populer, cuma saya saja yang ga mainin. Soalnya udah main dan berteman ama anak-anak PB hehe.
- War Rock = Ga pernah main.
- Counter
Strike = Biasa disebut CS . Game ini seru banget waktu saya jaman SMA. Satu kelas janjian sekelas buat main bareng , bisa via laptop, atau di warnet. Main sendiri juga seru. Grafis yang ringan, gameplay skenario yang mudah dimengerti membuat game ini banyak dimainkan oleh anak anak. Tak ayal waktu SMA. Bocah - bocah pada ramai main PB, lalu gue main internetan buka youtub dan wow... internet ngelag. Bocah pada razia layar PC satu persatu di warnet dan kesel ama gue yang internetan , WHAT !! alhasil gue ikutan main , lalu bantai mereka. then... Mereka nyari Char gue dengan razia layar PC satu persatu. dan mereka menemukan gue, suer itu bocah bau masih pake seragam sekolah heboh gitu dukung gue buat ngalahin musuhnya.
Perkembangan game ini selanjutnya ialah grafis yang lebih baik, dan mod play skenario ZOMBIE. ya jadi kita nembakin zombie gitu, Zombienya juga kuat banget, kalau kita tercakar dan mati, kita jadi zombie lalu membunuh karakter lain dengan sadis atau berdarah darah (meski efek darahnya jelek). - Mortal Combat = Main ini di game PS2 waktu jaman SMA. dan sumpah ini game KERAS dan sadis. Motong orang karakter ada organ bagian tertentu, membunuh dengan cara sadis, tidak manusiawi, dan tidak menjunjung syariat atau hak asasi dalam membunuh (wkwk). Game Fighting atau berkelahi ini sangat tidak dianjurkan buat anak anak deh sumpah.
- Future Cop = ga pernah mainin.
- Carmageddon = ga pernah mainin game ini.
- Shelshock = ga pernah main game ini.
- Raising Force = ga pernah main game ini.
- Atlantica = ga pernah main game ini.
- Conflict
Vietnam = Masih tentang sekuelnya desert storm. Game ini ceritain tentang grup tentara amerika Ragman, Junior, Hoss, dan Cherry. Mereka berempat berperang di medan hutan vietnam. Lawannya ya tentara komunis vietnam yang disebut vietcong.Sangat disarankan main berdua atau multiplayer. Karena agak susah koordinir 4 orang sekaligus.
Saya dan sahabat saya semasa kecil, sebut saja Iping. Susah banget namatin game ini. Mission yang kadang bolak balik dalam area yang sama, Maps yang kurang representatif banget ama kondisi yang players lihat. Dan tingkat kesulitan musuh selalu saja ada caranya tuk ngebunuh kami. Mulai dari tembakan langsung. Manjat atau ada diatas menara. Ranjau dimana mana. Tank yang hanya bisa hancur ditembak dari bagian tertentu. Bom yang tiba tiba meledak. ah.
Unsur kekerasan dari game ini biasanya musuh yang terpotong potong organ tubuhnya karena ledakan bom. Efek darah, belum lagi praktik bom fosfor yang kalau meledak bikin tubuh terbakar diperlihatkan banget disini. - Bully = Sempat mainin game ini, cuma ga lama, ga diseriusin, dan hanya ngeliat adek mainin doang. Memang sih unsur kekerasannya nyata lah ya. Mulai dari mukul temen, hancurin fasilitas sekolah, jahilin cewe, dll.
- Grand
Theft Auto = yup keren lah ini game. Simulasi kota yang luas, detail, dan komprehensif. Misi games yang kece, lebih ke mission imposible juga sih. Character yang bener bener harus diurus. Laper, Baper, Gaya berpakaian, kerja, pacar, ampe kebutuhan hasrat seksual.
Mungkin dari kelebihan yang ada pada sekuel game Grand Theft Auto (GTA) inilah yang bisa menjadi berbahaya pada pola berfikir anak. Mulai dari bawa mobil asal tabrak sana sini, bahkan bisa lindas pejalan kaki. Bebas menembak, membunuh, dan praktik sadis lainnya. Kemudahan menyelesaikan masalah seperti mencuri mobil, merampas, membunuh untuk mendapatkan tujuan. Belum lagi praktik pornografi yang ada pada game.
Dari 15 game berbahaya rilis kemdikbud tersebut, memang ada banyak yang mengomentari kembali ke individu masing masing. Dan bagi saya pribadi jawaban kembali kepada individu masing masing adalah jawaban sentral atau jawaban yang tak memenuhi hasrat. Alias semua pertanyaan tentang kondisi relevansi sosial dapat dijawab dengan kembali ke individu masing masing.
Tapi dengan adanya penelitian dari Iowa State University Amerika Serikat. Menunjukkan
bahwa, "Bermain game yang mengandung kekerasan selama 20 menit dapat mematikan
perasaan sosial anak. Anak akan mudah melakukan kekerasan dan kehilangan empati
kepada orang lain". sebenarnya sudah membisikan game dapat memberikan pengaruh. Terlebih otak sangat mudah menerima pesan dalam bentuk daya pikat audio dan visual.
Oiya, beri komentermu di tabel komentar dibawah ya... ;)
So, lets play game safely . and just to statisfy only.
Oiya, beri komentermu di tabel komentar dibawah ya... ;)
So, lets play game safely . and just to statisfy only.
[end]

salah satu pemain diantara beberapa game itu :'D
ReplyDeletesetuju dengan pernyataan kemendikbud mengenai status berbahaya terhadap beberapa game bagi anak-anak..
memang diatas itu, kebanyakan adalah game yang seharusnya dimainkan oleh remaja ke atas..
namun kurangnya perhatian dan pengendalian dari pihak pengelola warnet terhadap isi yang ada dalam komputernya. sehingga pengelola warnet lebih mengutamakan keuntungan semata daripada dampak kepribadian yg akan terbentuk bagi anak-anak..