Iklan Ads

WISATA HATI YANG MEMAKAN KANTONG HATI (5 - FINISH)


Sang pencipta membuat aneka keindahan bumi ini tentu agar ciptaannya dapat senantiasa bersyukur. Sujud, Doa dan lantunan Puja Pujian untuk meng-agung-kan zat yang Esa tersebut juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan spiritual insan yang memiliki akal serta nurani. 

Masyarakat, insan yang rela membagi sebagian pendapatan demi kepentingan pembangunan daerahnya ini tentu merasa gelisah. Bilik bilik jiwa berbicara mengenai kisahnya, Bahwa memberangkatkan 75 orang umroh dengan alasan perjalanan dinas, dinilai tidak tepat sasaran peruntukan dan tidak wajar oleh masyarakat Makassar sendiri. 

Suara azan sayup sayup terdengar. Terus menerus berbunyi tidak menyerah memanggil jiwa insan untuk bersyukur atas detik yang digunakannya atas pemberian yang maha kuasa.

Tuntutan rakyat, akhirnya membuka mata para penyambung lidah dan hati masyarakat. DPRD mendesak pemerintah kota makassar meninjau ulang rencana perjalanan umroh yang menggunakan uang rakyat ini. 

Adi Rasyid Ali selaku Wakil Ketua DPRD Makassar, menyarankan agar rencana umroh yang menggunakan dana apbd itu ditinjau ulang. Terlebih jika melanggar aturan umroh APBD itu harus dibatalkan. Legislator Makassar dua periode ini juga menyarankana agar komisi D yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat, memanggil pemerintah kota untuk membahas masalah ini.

Hal tersebut patut dilakukan lantaran menurut Adi Rasyid Ali, Umroh dinilai sebagai perjalanan ibadah yang bersifat pribadi. Sehingga tidak wajar jika menggunakan uang rakyat.

Berbeda dengan Andi Nurman, Wakil ketua komisi D bidang kesejahteraan rakyat DPRD. Dirinya mengatakan umroh yang dibiayai apbd ini dikategorikan perjalanan dinas karena yang melakukan umroh adalah PNS. Hanya saja mengajak puluhan warga pemenang undian di beberapa kegiatan pemkot. 

Andi Nurman yang merupakan legislator partai golkar ini mengaku tak sepaham dengan tim pengawal pengaman pemerintah dan pembangunan daerah T4D yang menyatakan program umroh berkedok perjalanan dinas pemerintah kota tidak tepat sasaran. Sehingga perlu digaris bawahi terdapat suatu hal yang tidak satu suara, atau satu sepemahaman terkait isu ini. 

Gelisah menjelma dibilik-bilik jiwa. Mengapa pemerintah menganggarkan biaya dari uang rakyat, untuk perjalanan dinas ibadah umroh segelintir orang. Bahkan pejabat di lingkungan pemerintah itu sendiri. Beberapa pejabat dinas juga terkesan menyembunyikan informasi ini dari publik atau mata dan telinga masyarakat. 

Tapi kita tentu tidak boleh lupa dan mengurung ribuan kisah sampai nyaris sesak tak bisa bernapas. Anggaran pembangunan daerah dari rakyat untuk rakyat haruslah menjadi prioritas. 

Meski rentang waktu yang berlarian mengambil menit menit kita bersama. Mengurai tentang letih yang sering kali singgah dalam panasnya aspal kota daeng. Hal tersebut pula, membiarkan saya mengeja setiap peristiwa. Melapal satu demi satu isu dan fakta. 


Makassar, 22 April 2016
Ridho Azlam

Ingin membaca dari part 1 ? (( klik aja ))

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "WISATA HATI YANG MEMAKAN KANTONG HATI (5 - FINISH)"

Post a Comment