Iklan Ads

Makassar Darurat Sampah




Judul diatas sering menjadi headline sejumlah media local di sulawesi selatan dan makassar khususnya. Mengamati dua tahun kepemimpinan Dany dan daeng Ical sebagai pemimpin kota Makassar. Saya akan memberikan sejumlah informasi yang saya himpun mengenai sampah itu sendiri. Kemudian mengaitkannya dengan realita sampah di kota daeng. Moga bermanfaat ya .

Pada era maju yang disertai dengan ledakan populasi. Dimana daya beli masyarakat akan kebutuhan non primer sangatlah banyak. Ditambah rendahnya manajemen pengelolaan sampah tentu membuat sampah menjadi masalah. Berikut informasi mengenai jenis sampah hingga dampaknya secara sosial dan kesehatan masyarakat.

Masyarakat kini hidup pada zaman maju yang tidak hanya puas dengan kebutuhan primer. Kebutuhan non primer bahkan jauh melebihi kebutuhan primer. Hal inilah yang membuat barang-barang yang dibuang atau sampah menjadi sangat melimpah. Khususnya pada suatu daerah kota. Kota merupakan tempat tinggal orang yang relative maju. Sehingga barang yang dibuang juga terbilang cukup banyak.

Berdasarkan definisinya, sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik atau rumah tangga. Sementara didalam undang undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat, berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan.

Terdapat berbagai jenis sampah. Ada yang berupa sampah rumah tangga, sampah industri, sampah pasar,  sampah rumah sakit,  sampah pertanian, perkebunan, peternakan, dan lainnya. Berdasarkan wujud atau bentuknya dikenal tiga macam sampah atau limbah yaitu ; limbah cair, limbah padat, dan limbah gas.
Berdasarkan kategori, sampah digolongkan menjadi dua yakni sampah organik dan sampah an-organik. Sampah organik merupakan sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba. Sampah ini dengan mudah dapat diuraikan melalui proses alami semisal sampah dari dapur, sisa-sisa makanan , tepung, sayuran, kulit buah, daun dan ranting.

Sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang. Sampah anorganik dibedakan menjadi ; sampah logam dan produk-produk olahannya, sampah plastic, kaca. Sebagian besar sampah anorganik tidak dapat diurai oleh alam. Meski sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama. Semisal botol plastic, botol gelas, tas plastic dan kaleng.

Sampah tentu dapat berdampak pada kesehatan manusia.  Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai merupakan tempat yang menarik bagi berbagai binatang. Seperti lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan seperti penyakit diare, kolera dan tifus.  Penyakit demam berdarah, penyakit jamur kulit, termasuk cacing pita.

Pada lingkup sosial ekonomi masyarakat. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting disini adalah meningkatnya pembiayaan keperluan pengobatan di rumah sakit.

Secara tidak langsung, pemerintah setempat juga mengalami kerugian. Seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien orang akan cenderung membuang sampahnya dijalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.

Penelitian mengenai sampah di indonesia menunjukkan bahwa 80% merupakan sampah organic. Diperkirakan 78% dari sampah tersebut dapat digunakan kembali.

Kota makassar sebenarnya telah memiliki basis pengolahan sampah yang cukup baik. Akan tetapi permasalahan sampah pada kota yang digadang gadang menjadi kota kelas dunia ini selalu menjadi masalah klasik tanpa penyelesaian akhir. Seperti masalah sampah yang tidak terangkut sehingga menumpuk, pungutan liar petugas pengangkut sampah yang menjadi rahasia umum. Tanpa membayar iuran yang berbeda beda tarifnya tersebut sampah warga bisa tidak terangkut. Masih teringat kota makassar yang memiliki TPA terbaik dan percontohan indonesia malah menyebar bau busuk ke berbagai penjuru kota. Hal ini terjadi akibat adanya perombakan atau perbaikan TPA tersebut untuk meningkatkan fungsinya.

Belum lagi masalah konsep tempat sampah unik yang bernama gendang dua. Kondisinya yang kini terbengkalai di sejumlah sudut kota makassar. Tampak menjadi saksi bisu gagalnya sebuah program kebersihan lingkungan masyarakat.

Kota yang sering mendapat penghargaan adipura ini, tentu harus lebih bercermin dan senantiasa mengevaluasi diri. Khususnya pada bidang manajemen sampah. Masih minimnya warga yang memanfaatkan program bank sampah, pengadaan alat komposter yang masih belum tersedia di beberapa tempat, serta minimnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan plastik. Hal tersebut juga menjadi masalah persampahan di kota ini .

Makassar 5 Mei 2016.
RIDHO AZLAM

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Makassar Darurat Sampah"

  1. masalah sampah sama skali tidak sulit diatasi,Teknologi Pemusnah Sampah mengatasi masalah sampah Tuntas.

    ReplyDelete
  2. Penanganan sampah tuntas total di http://teknologitpa.blogspot.co.id/

    ReplyDelete