Mengingat
sifat kerja dunia penyiaran adalah dunia kerja kolektif, maka diperlukan
pimpinan unit kerja yang menghayati sifat kepemimpinan di dunia penyiaran.
Dimana sifat-sifat kepemimpinan yang tepat dan sesuai dengan dunia penuaran
yang hanya satu tujuan, yaitu menghasilkan mata acara siaran yang baik sesuai
kebijaksanaan yang ada. Dunia penyiaran memerlukan pimpinan dan staf/pelaksana
yang professional, bermoral luhur, berkepribadian kuat, kaya ilmu dan
pengalaman (praktisi sekaligus teoritis), serta tidak mudah tergoda oleh harta,
takhta, dan wanita.[1]
Dalam manajemen
editor perencanaan merupakan esensi penting dari pengelolaan sumber daya yang
ada pada departemen editor. Para perencana siaran memiliki tanggung jawab moral
dan etika terhadap masyarakat. Perencanaan yang baik akan memperlancar proses
produksi dan penyiaran, serta memberikan mekanisme kontrol. Evaluasi baru dapat
dikakukan bila ada perencanaan.[2]
Pada
dasarnya seorang manajer editor bertanggung jawab atas :[3]
1.
Menentukan
tujuan, misi, fungsi, tugas.
2.
Status
organisasi.
3.
Kemampuan
dana, tenaga, dan sarana.
4.
Masukan
lain pada input.
5.
Jangka
waktu penyelesaian.
6.
Siapa
yang harus dihubungi.
7.
Siapa
penanggung jawab tiap tahapan kerja.
8.
Apa
yang hendak dicapai.
9.
Situasi
dan kondisi masa kini.
10. Kemampuan yang dimiliki.
11. Tantangan yang dihadapi,
12. Hambatan yang ada.
13. Strategi yang tepat untuk
pelaksanaan.
14. Pembagian tugas yang jelas.
15. Mendukung pencapaian tujuan,
kebijaksanaan, perencanaan.
16. Ada keterpaduan hubungan, baik
horizontal/vertical.
17. Pemilihan staf dan personel yang
tepat.
18. Struktur dan tata kerja yang
baik.
19. Hubungan antar personel yang
harmonis.
20. Iklim kerja yang serasi.
21. Personel yang kreatif, disiplin
dan penuh dedikasi.

The thought behind both substance and formative editing is to upgrade and enhance the piece, so its general structure is more solid, influencing it to peruse from start to finish in a superior and enhanced way. postscrib.com
ReplyDelete