Iklan Ads

MENGAPA HARUS ADA MEDIA CENTER




Kerja media juga membutuhkan orang-orang pilihan. Dibentuk dari sebuah konsep pengkaderan khusus agar menjadi tim media yang memiliki kreatifitas, produktifitas yang ter-arah dan totalitas tinggi. 

Nah tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul Urgensi Media Center untuk LDK. Tulisan sebelumnya anda bisa cek disini > klik aja

Media adalah kerja tim. Membutuhkan kader yang tak sedikit dan fokus. Bukan kader yang memiliki double job atau multi tasking. Terlebih jika harus berada dalam naungan bendera syiar LDK yang sibuk mengurusi event. Bayangkan ketika syiar mengadakan event. Anggota kita harus mengadakan syuro – syuro. Menyebar proposal, memikirkan teknis acara, bahkan laporan evaluasi. Pertanyaannya adalah, sistem kerja yang seperti ini, membuat anggota kita yang bekerja dalam bidang media tidak dapat produktif. Dikarenakan terlalu sibuk dengan event. 

Tim media berbeda dengan tim publikasi event hingga publikasi tentang aksi. Inilah yang menjadi paradigma salah total. Media seharusnya memiliki visi misi mereka sendiri kedepan akan membuat project apa. Sehingga jika ada media yang masih berfokus pada publikasi event, dll. Dapat diperkirakan eksistensi karya medianya tidak berlangsung lama. 

LDK yang baik ialah LDK yang mengakomodir minat bakat kadernya. Tidak sekedar menunggu kader yang memiliki bakat pilihan. Tetapi berusaha mendidik bahkan menempa kadernya untuk mengasah minat bakatnya dengan mengadakan pelatihan, dan ajang berekspresi atau berkarya. Untuk memiliki kader yang hafidz anda menggunakan dua cara. Meminta siswa SMA untuk masuk universitas kemudian masuk LDK anda. Atau dapat pula dengan menggunakan potensi kader yang memiliki passion dibidang hafidz, mendatangkan guru atau mentor yang mumpuni. Dengan pelatihan serius, dan ketaatan tentu LDK anda bisa membentuk kader super. Inilah yang saya sebut LDK sebagai lembaga intelektual.

Alasan lain mati surinya Media LDK ialah karena tiadanya wadah media center tersebut. Kader yang memiliki bakat media di gabungkan pada departemen syiar yang masih fokus pada penyelenggaraan event. Jika anda melihat Media LDK yang hanya aktif jelang event, dan mati suri saat event selesai. Ya itulah dia sebabnya LDK yang tidak memilliki media center. Karena Syiar terlalu menitik beratkan kegiatan non media. Dan memang itulah fungsi departemen syiar sesungguhnya.

Bahkan saya sangat mengapresiasi adanya Komisi D FSLDK yang bertanggung jawab masalah media. Meski masih banyak PR dan tanggung jawab yang masih harus dilaksanakan demi mengakomodir media LDK per puskomda . Ditambah perkembangan teknologi, bebas aksesnya informasi, budaya populer yang menajdikan syiar LDK makin tertantang. Perlu diadakan semacam pusat kajian media yang diadakan ditingkat daerah. Hal ini bertujuan agar dapat mensinergikan program media LDK, berbagi jaringan sponsor , jaringan rekanan media, lembaga riset, termasuk memperluas syiar dakwah kita kepada masyarakat. Inilah potensi yang kita miliki, dan perlu kita optimalkan.

Syukron sudah mau baca artikel ini, silahkan koment kalau ada yg mau ditanyakan. Dan kalau kamu mau dapat update artikel serupa selanjutnya silahkan taruh email kamu dibawah. Jadi nanti aku akan email kalian kalau ada info baru. ;)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "MENGAPA HARUS ADA MEDIA CENTER"

Post a Comment