ü Konsep
dasar teory Encroachment
Encroachment secara harifiah dapat
diartikan mengambil alih kewenangan orang lain. Menurut lauzen yang dikutip
oleh Swanger, menjelaskan bahwa “encroachment dapat terjadi ketika
pimpinan organisasi atau top manajemen memperkerjakan, mempromosikan, atau
memindahkan individu dari beberapa dapertemen dan/atau profesi lain di luar
Depertemen public relation untuk melakukan peran manejerial praktisi public
relation”
Teori Encroachment PR adalah
membahas suatu fenomena public Relations
yang menggambarkan realitas yang ada di organisasi dimana posisi Publik
Relations ditempati oleh orang-orang
yang bukan berlatar belakang pendidikan ilmu Public Relations atau ilmu
komunikasi.
ü Faktor
Penyebab Encroachment
· Pemahaman yang salah terhadap fungsi
public relation bagi operasioal organisasi..
· Budaya organisasi tertutup ini
menyebabkan pandangan bahwa informasi bukanlah milik public yang mesti dibagi.
· Masih sedikitnya praktisi public
relation yang berlatar belakang pendidikan public relation.
· Praktisi public relation
tidak memiliki akses langsung kepada kelompok dominan, yaitu pmpinan yang
memiliki wewenang pengambilan keputusan.
ü Upaya
mengurangi Encroachment
· Manajemen harus memberikan
kewenangan kepada paktisi public relation untuk dapat melaksanakan
fungsinya dengan baik.
· Fungsi public relation
haruslah diserahkan kepada individu yang berkompeten dan diberikan otonomi
untuk menjadi depertemen tersendiri sehingga dapat melaksanakan fungsinya
tersebut.
ü Teori
Kompetensi Interpersonal Public Relations
Fenomena
encroachment bisa disebabkan kekurangan kompetensi yang dimiliki praktis PR .
Fungsi PR sebagai managerial maupun teknisi komunikasi menuntut penguasaa
kompetensi seperti penguasaan dan pengaplikasian teori komunikasi. Aktivitas
Public Relations memerlukan kompetensi untuk proses dialog, negosiasi,membangun
relasi,meyakinkan publik, atau meyakinkan management dalam pengambilan
kebijakan, sehingga Hazleton dalam Kriantono ( 2017:274) dari berbagai
literatur, menyimpulkan bahwa teori kompetensi Public Relations dibangun dari
teori kompetensi interpersonal komunikasi.
Menurut
teori kompetensi interpersonal Hazleton
bahwa pengetahuan,skill, dan motivasi peserta komunikasi merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi
penilaian terhadap penampilan dan kompetensi. Karena public Relations memiliki
dua peran , yaitu sebagai manajerial dan teknisi komunikasi, maka ketiga faktor
ini juga mempengruhi kompetensi manajerial dan teknis. Peran teknisi terkait
dengan fungsi produksi pesan melalui media komunikasi, seperti press-release,
newslatter atau majalah internal, peran managerial terkait dengan analisis daa
perencanaan strategi komunikasi.
ü Instrumen
Mengukur Kompetensi Public Relations
Grunik dkk,
melakukan penelitian yang disebut studi excellent, dengan menggunakan instrumen
untuk mengukur identifikasi peran teknisi dan managerial dari publik relations
. Instrument tersebut antara lain:
-
Pengetahuan
teknis ( technical Knowledge)
-
Skill teknis
( technical skill)
-
Motivasi
teknis ( technical motivation)
-
Pengetahuan
managerial ( managerial knowledge)
-
Skill
managerial ( managerial skill)
-
Motivasi
managerial ( managerialMotivations)
ü Standart
Kompetensi Public Relations
Pada era
Globalisasi sekarang ini profesi PR harus memiliki muatan standart kompetensi
yang jelas,Sehingga Tim
inti Penyusunan Standar Kompetensi PR Indonesia (kerjasama PERHUMAS dan
BAKOHUMAS) telah menyusun beberapa pokok pikiran tentang Standar Kompetensi PR
Umum, Inti dan Khusus yang terdiri dari Pertama,
keterampilan komunikasi ( communication skills) yang terdiri dari komunikasi
lisan dan komunikasi tulisan. Kedua, keterampilan teknik kehumasan. Ketiga, kompetensi inti manajemen
issue dan penelitian (research). Keempat,
managerial, leadership dan ethic. Kelima,
keterampilan khusus di bidang IT dan kemampuan berbahasa.
ü Persyaratan
Mendasar Bagi Profesi Public Relations
· Ability to communicate
(kemampuan berkomunikasi )
· Ability to organize ( kemampuan
manajerial atau kepemimpinan )
· Ability on get the with
people ( kemampuan bergaul atau membina relasi)
· Personality integrity
(memiliki kepribadian yang utuh dan jujur)
· Imagination (banyak ide dan
kreatif)
Belum ada tanggapan untuk "Korelasi Teori Ecroachment dengan Public Relation"
Post a Comment