Berikut
ini adalah beberapa pedoman untuk penyunting atau editor gambar:
•
Selalu bertanya kepada jurnalis mengenai berita apa yang akan ditampilkan.
•
Cobalah untuk melihat terlebih dahulu (preview) seluruh gambar yang ada di
kaset dan catatlah gambar-gambar yang dianggap penting dan menarik.
•
Gunakan banyak suara natural atau suara atmosfer untuk semua gambar yang tampil
di layar.
•
Lebih baik menggunakan lebih banyak gambar statis daripada pan dan zoom.
pergerakan kamera secara pan atau zoom sebaiknya digunakan sekali-sekali saja.
Jangan memotong gerakan kamera, awali dan akhiri setiap gerakan kamera dengan
shot statis.
•
Tahanlah shot-shot statis sekurang-kurangnya tiga detik. Hindari pula gerakan
kamera yang terlalu panjang.
•
Selalu menggunakan gambar terbaik untuk digunakan sebagai gambar pertama pada
setiap paket berita. Hindari pemakaian gambar-gambar bangunan atau acara
pertemuan, rapat atau jumpa pers Pada permulaan paket berita.
•
Lakukan fade in (yaitu secara perlahan menambahkan volume suara) pada gambar
pertama paket berita dan fade out yaitu secara perlahan mengurangi volume suara
pada gambar akhir suatu paket berita.
•
Berikan jeda (pause) sejenak sebelum suara narasi terdengar guna memberikan
kesempatan untuk memperdengarkan suara atmosfer atau suara alami. Hal ini
diperlukan untuk memperkuat berita yang ditampilkan.
•
Jangan meletakkan (mengedit) narasi dan wawancara terlalu rapat, biarkan
terdapat jeda antara narasi dan wawancara, hal ini akan membantu pemirsa untuk
memahami bahwa ada pergantian pembicara.
• Ingatkan reporter untuk tidak membaca
terlalu cepat atau terlalu lambat ketika mereka mengisi suara untuk narasi
paket.
• Jika gambar tidak
cukup untuk mendukung narasi berikan saran kepada reporter untuk mempersingkat
narasi dengan memotong beberapa kata yang diucapkan.
Belum ada tanggapan untuk "Pedoman Editing Berita TV"
Post a Comment