Cara
bagaimana penyunting gambar menyusun rangkaian gambar adalah hal yang sangat
fundamental dalam editing. Setiap gambar memiliki aspek ruang dan waktu yang
harus diperhitungkan dan disusun sedemikian rupa dengan cara yang paling
efisien. Rangkaian gambar itu harus mampu menyajikan informasi atau cerita yang
diperlukan untuk mendukung argumen yang dikemukakan. Transisi atau sambungan
antara gambar tidak boleh bertentangan dengan logika kontinuitas yang dimiliki
penonton. Hal ini dapat dicapai dengan cara:
•
Kontinuitas Aksi: aksi yang terdapat pada suatu gambar dengan gambar berikutnya
tidak mengalami perubahan mendadak dalam hal kecepatan gerakan dan arah
gerakan.
•
Arah Layar: subjek utama pada setiap gambar harus mempertahankan arah gerakan
yang sama.
•
Garis Mata: garis mata dari seseorang yang melihat ke suatu arah haruslah
sesuai dengan arah yang dipercaya penonton merupakan
tempat apa yang dilihat orang itu. Jika seseorang melihat ke suatu arah dengan
garis mata yang sejajar dengan matanya, maka implikasinya objek yang dilihat
orang itu harus memiliki tinggi yang sama.
membungkus
makanan dan meletakkannya di atas sebuah meja (shot a). Potongan gambar berikutnya
(shot 19) menunjukkan close up tangan si wanita yang tengah meletakkan makanan
di atas meja. Kedua gambar itu memperlihatkan aspek ruang dan waktu yang sangat
kuat. Gambar a dam b memperlihatkan posisi relatif makanan terhadap meja yang
sama dan kecepatan gerakan yang juga sama dan juga terdapat kontinuitas, yaitu
posisi benda-benda di atas meja yang tetap sama antara gambar a dan b dan juga
posisi atau arah gerakan tangan yang juga tetap sama. Perpindahan gambar a ke
gambar b berjalan mulus dan logis. Gambar c tidak dapat disambungkan dengan
gambar a karena tidak terdapat kontinuitas yang mana arah gerakan tangan pada
shot a (kiri ke kanan) berlawanan dengan arah gerakan tangan pada shot c (kanan
ke kiri).
Belum ada tanggapan untuk "Prinsip Editing (Logika Kontinuitas)"
Post a Comment