Memotong-motong
gambar yang panjang, menyambung potongan-potongan gambar sehingga menjadi
rangkaian gambar yang bercerita (memiliki sekuen) dalam durasi yang ditentukan,
dan siap ditayangkan tepat pada waktunya merupakan bagian paling sulit dalam
pekerjaan mengedit gambar. Jadi, editing adalah pekerjaan memilih gambar (shot)
dan menyesuaikan gambar itu dengan gambar berikutnya sehingga menjadi suatu
sekuen yang memiliki cerita yang logis dan saling berkaitan.
Rangkaian
gambar harus disusun sedemikian rupa sehingga penonton dapat menyaksikan perjalanan
gambar (visual joumey) yang menarik dan tidak membosankan. Merangkai gambar
hampir sama dengan menyusun cerita sebuah film Hollywood dengan irama cerita
yang terkadang naik atau turun, mulai dari konflik hingga resolusi. Film
biasanya diawali dengan sesuatu yang tegang dan kemudian ketegangan diturunkan,
dinaikkan lagi pada bagian lain, turun kembali, naik lagi, dan seterusnya, Alur
cerita berjalan seperti gelombang di mana puncak-puncak gelombang merupakan
puncak ketegangan. Ketegangan cerita dibagi secara merata yaitu diletakkan di
bagian awal, di tengah, dan di bagian akhir.
Dalam
menyusun paket berita, maka gambar pertama yang ditampilkan adalah gambar yang
paling dramatis, paling menarik, dan paling penting dalam upaya menarik
perhatian penonton. Gambar-gambar yang kurang dramatis dapat diletakkan di
tengah paket dan pada bagian akhir paket gambar-gambar terbaik kembali di
munculkan. Jadi, gambar harus disusun sedemikian rupa mengikuti pola gelombang.
Susunan gambar yang diletakkan secara acak tidak akan memberikan cerita yang
dapat dimengerti penonton.
Gambar
apa yang dipilih harus jelas dapat dimengerti penonton. Jangan menggunakan
gambar yang dapat menimbulkan interpretasi lain atau keragu-raguan dalam benak
penonton. Pada prinsipnya lebih baik menggunakan gambar-gambar yang spesifik
yang terkait langsung dengan berita yang dimaksud daripada gambar-gambar yang
bersifat umum. Namun demikian, tidak berarti gambar yang bersifat umum tidak
boleh digunakan.
Stasiun
televisi biasanya menugaskan beberapa juru kamera untuk mengambil gambar umum
sebagai stock shot yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai gambar penunjang.
Stock shot ini biasanya adalah gambar-gambar, seperti suasana pasar, pelabuhan,
rumah sakit, sekolah, suasana kota, pompa bensin, laut, hutan, dan sebagainya.
Gambar pasar atau pelabuhan biasanya selalu dibutuhkan untuk berita-berita yang
terkait dengan perkembangan ekonomi.
Seorang
penyunting gambar dalam melakukan pekerjaannya akan selalu dihadapkan pada dua
hal: pertama, durasi gambar versi edit yang dibatasi dan durasi proses edit
yang juga dibatasi, yaitu oleh deadline di mana hasil pekerjaan editor harus
siap untuk ditayangkan.
Terkadang
editor tidak memiliki cukup waktu untuk melihat seluruh gambar yang ada di
kaset dalam durasi yang sebenarnya. Biasanya editor melihat seluruh gambar
secara cepat dengan memutar tombolfast-forward atau rewind dan berhenti di
bagian-bagian yang paling menarik atau paling penting dari rangkaian gambar
master shot yang panjang. Selama memutar kaset, editor harus mengingat
gambar-gambar yang akan digunakan serta posisi gambar tersebut dalam pita kaset
agar dapat segera ditemukan.
Selain
itu, editor juga harus mengingat berbagai gambar penyela (buffer shot) atau cut
aways yang disediakan juru kamera. Gambar penyela ini akan sangat membantu
editor ketika akan menyambung dua gambar yang memiliki masalah dengan
kontinuitas. Jika terdapat dua gambar penting namun kedua gambar itu tidak
dapat disambungkan karena terbentur masalah kontinuitas, maka editor harus
segera mencari gambar penyela. Kemampuan editor untuk mengingat posisi gambar
penyela di pita kaset merupakan keahlian yang harus dilatih karena akan sangat
membantu dalam mempercepat proses editing.
Tim
liputan harus menyediakan cukup gambar penyela ketika mengambil gambar di
lokasi, hal ini sangat diperlukan untuk membantu penyunting gambar ketika
melakukan proses editing dan memecahkan berbagai masalah kontinuitas gambar.
Namun demikian, pengambilan gambar-gambar penunjang ini jangan terlalu panjang
sehingga editor tidak memiliki cukup waktu untuk memeriksa dan mengingat gambar
itu, namun juga jangan terlalu sedikit sehingga editor tidak memiliki cukup
bahan untuk mengolah gambar menjadi cerita yang menarik dan logis.
Dalam
teknik editing dikenal sejumlah teknik pengeditan gambar standar yang dikenal
dan secara umum banyak dipakai dalam berbagai program televisi, yaitu antara
lain:
1. Editing Intercut
(intercutting editing), yaitu teknik
pemotongan gambar dari berbagai aksi yang terjadi secara serentak di lokasi
yang sama atau lokasi yang berbeda. Teknik editing ini mulai digunakan tahun
1906 dan digunakan untuk meningkatkan kecepatan cerita atau ketegangan dalam
cerita. Rangkaian gambar close up wajah dua orang yang berada di satu lokasi
menunjukkan kepada penonton perubahan sudut pandang terhadap aksi dan reaksi
yang terjadi di antara kedua orang itu.
2.Editing Analitis
(analytical editing), yaitu teknik
edit yang menggunakan beberapa gambar yang memiliki ukuran yang berbeda. Contoh
teknik editing ini adalah sekuen yang dimulai dari pengambilan gambar long shot
untuk menunjukkan hubungan dan situasi geografi subjek lingkungan di sekitarnya
dan dilanjutkan dengan gambar yang lebih mendekat ke arah subjek untuk
menunjukkan detail subjek dan fokus kepada aksi yang terpenting.
3.Editing Kontiguitas
(contiguity editing), yaitu teknik
edit untuk mengikuti suatu aksi melalui satu patokan tertentu. Contoh sederhana
dari teknik editing ini dapat dilihat pada film cerita Hollywood, misalnya film
Cowboy, yang menggambarkan aksi kejar-kejaran antara dua kelompok penunggang
kuda. Sekuen memperlihatkan gambar penunggang kuda yang dikejar melewati sebuah
pohon. Gambar selanjutnya menunjukkan penunggang kuda yang mengejar juga
melewati pohon itu. Teknik semacam ini digunakan untuk memberikan gambaran
kepada penonton mengenai lokasi dan perkiraan jarak antara penunggang kuda yang
dikejar dengan mereka yang mengejar. Dengan demikian, fungsi pohon menjadi
semacam penanda (signpost) bagi lokasi dan jarak antara yang dikejar dengan
para pengejarnya.
4. Editing
Pandangan (point- view
editing), yaitu teknik edit yang membangun hubungan antara dua tempat yang
berbeda. Contoh: gambar seseorang yang sedang memandang ke arah sisi layar
televisi dilanjutkan dengan gambar yang memperlihatkan objek apa yang dilihat
oleh orang tersebut.
Belum ada tanggapan untuk "Teknik Editing Berita TV"
Post a Comment