Reporter
dan juru kamera yang telah kembali dari
lapangan membawa serta dua hal penting bersama mereka, yaitu informasi dan
gambar. Apa yang mereka bawa masih merupakan bahan mentah yang perlu diolah
kembali agar dapat disajikan dan ditonton pemirsa. Informasi yang diperoleh
dari lapangan perlu ditulis kembali berdasarkan gambar-gambar yang telah
diperoleh dan kemudian diperiksa (diedit) oleh redaktur dan produser hingga
siap ditayangkan.
Proses pembuatan berita terdiri atas dua
tahap; pertama, mengumpulkan materi (bahan mentah) dan mengedit materi tersebut
atau sering juga dikenal sebagai post production (pasca produksi). Pada
kesempatan ini kita akan membahas teknik mengedit gambar video.
Teknologi mengedit gambar dan suara
telah berkembang dengan sangat pesat belakangan ini. Video editing adalah
pekerjaan memotong-motong dan merangkaikan (menyambung) potongan-potongan
gambar sehingga menjadi film berita yang utuh dan dapat dimengerti. Pekerjaan
ini dilakukan di ruang editing yang dilakukan oleh editor gambar atau
penyunting gambar. Gambar dan suara yang direkam dengan bantuan kamera
sepanjang belasan ataupun puluhan menit harus dipotong-potong dan “disusun
kembali” hingga menjadi sepanjang beberapa menit saja untuk dapat disiarkan
menjadi berita singkat.
Editor
gambar melakukan pekerjaan editing berdasarkan materi yang ada di Video kaset.
Ada berbagai jenis kaset video di dunia ini. Masing-masing jenis memiliki
karakter atau spesifikasi yang berb
edabeda. Perbedaan jenis kaset video ini
disebabkan karena tiga hal yang berbeda, yaitu: 1)
sistem televisi; 2) metode perekaman; dan 3) format kaset.
- Sistem Televisi: ada tiga sistem televisi yang digunakan di dunia saat ini, yaitu:
a) Nationa Television
System Committee (NTSC)
yang memiliki spesifikasi yaitu kemampuan gambar 525 garis per detik. 29 F/S ( frame
per second ) dan sumber tenaga listrik dengan frekuensi 60 hertz. Sistem ini
digunakan di Amerika Serikat. 2) Phase Alternate Line (PAL) dengan 625
garis per detik, 25 F/S, dan sumber tenaga listrik dengan frekuensi 50 hertz.
Sistem ini berlaku di Eropa kecuali Perancis. 3) SECAM dengan 825 garis per detik, 25 F/S, dan sumber tenaga listrik dengan
frekuensi 50 hertz. Sistem ini berlaku di Perancis.
Ketiga sistem tersebut tidak sejalan satu dengan yang lainnya. Di Indonesia sistem televisi yang digunakan adalah sistem PAL, namun ketiga sistem ini memiliki ukuran rasio layar 4:3 artinya gambar perspektif yang tampak di layar memiliki angka perbandingan 4:3.
2. Metode Perekaman: ada dua metode perekaman gambar yang berlaku di dunia, yaitu:
Analog, yang mana dapat
terjadi pengurangan kualitas gambar pada saat proses pengkopian dari satu kaset
analog ke kaset lainnya.
Digital, yang mana hampir tidak terjadi
pengurangan kualitas gambar pada saat proses pengkopian gambar.
3.
Format Kaset: revolusi dalam sistem digital mengakibatkan perkembangan format
kaset video terus berlangsung dengan sangat cepat. Pada umumnya stasiun
televisi memilih format yang dipakai berdasarkan anggaran keuangan mereka.
Belum ada tanggapan untuk "Editing Televisi"
Post a Comment