Iklan Ads

PRODUKSI BUDAYAN MEDIA : Rangkaian Otonomi Media


Otonomi media merupakan adanya tindakan media disusupi atau di asimilasikan kepentingan pihak luar, baik secara terang – terangan atau sembunyi – sembunyi. Pemanfaatan akses bagi masyarakat ini digunakan untuk membentuk opini, mengendalikan informasi untuk merancang realitas masyarakat. Hal ini dikarenakan bebasnya media memasukkan dan mengeluarkan berita. Akan tetapi semakin besar lingkup control oleh media itu sendiri, semakin terbatas akses langsung kepada masyarakat. Selanjutnya memicu konflik antara otomi media dengan realita sosial yang diperjuangka masyarakat.

Konten realitas sosial sebagai zona yang diperebutkan

Berikut tipologi lungkup produksi dan ketepatan akses bagi masyarakat yang meliputi akses oleh masyarakat secara berkebalikan yang berhubungan dengan otonomi komunikator (editorial) (Elliot, 1972).
Lingkup produksi / otonomi media
Fungsi Produksi
Ketepatan akses bagi masyarakat
Jenis akses bagi masyarakat
Contoh televisi
Terbatas












Luas
Pemberian fasilitas teknis
Total












Nol
Langsung
Penyiaran Sebagian
Pemberian fasilitas dan seleksi
Langsung yang dimodifikasi
Pendidikan
Seleksi dan presentasi
Disaring
Berita
Seleksi dan kompilasi
Dibuat ulang
Dokumenter
Realisasi dan penciptaan
Diberikan saran
Drama sosial yang realistis
Penciptaan imajinatif
Tidak ada kontrol oleh masyarakat
Drama televisi orisinal




Semakin sensitif dan berkuasa perwakilan eksternal dari wilayah realitas yang terjadi, maka media harus semakin berjati-hati dan wajib menghindari tanggung jawab langsung. Bukan hanya penguasa berkepentingan yang memiliki pengaruh membatasi, tetapi ada efek yang tidak disengaja dan tidak diinginkan dari realitas tersebut (seperti menyebabkan panik, kriminalitas, bunuh diri, atau terorisme).

Akibat adanya realitas sosial sebagai zona yang ternyata memiliki minat banyak oleh masyarakat. Muncullah bentuk baru realitas televisi diantaranya :
  • Acara bincang – bincang dengan pembawa acara bintang dan tamu terkenal dihadapan khalayak studio secara langsung. 
  • Diskusi publik dan program debat dengan khalayak studio secara langsung dan partisipatif.
  • Program majalah dengan berita dan bincang-bincang. 
  • Wawancara berita tanpa partisipan. 
  • Acara bincang-bincang siang hari mengenai isu pribadi yang sedang hangat dengan partisipasi khalayak, seperti yang dipelopori oleh Oprah Winfrey. 
  • Dokudrama dan infotainment.
  • Program realitas televisi dengan berbagai pesohor.


Tahapan selanjutnya : 
Pengaruh sumber terhadap berita
Akses sumber kepada berita

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "PRODUKSI BUDAYAN MEDIA : Rangkaian Otonomi Media"

Post a Comment