![]() |
| Produksi Budaya Media (sumber gambar : pexels) |
Artikel ini merupakan rangkuman singkat dari Buku Teori Komunikasi Massa jilid II, Bab Produksi Budaya Media , Dennis Mc Quaill .
Berbicara tentang produksi budaya media,
maka kita juga berbicara tentang isi dari organisasi media, perannya sebagai
industri penyebaran informasi, struktur sosial internal pekerja media, bahkan
tekanan ekonomis sosial dengan dunia luar. Dimana pada prosesnya hal tersebut
selalu bersifat dinamis. Ditambah dengan perkembangan konvergensi media yang
mengubah pola konsumsi media oleh masyarakat.
Gatekeeping
& Pemilihan
Peran gatekeeping diterapkan pada bidang
editorial baik dalam keperluan produksi media cetak, televisi, agensi berita
bahkan penerbit. Fungsinya sebagai filter baik untuk bidang market / konten. Ia
membatasi isu yang dapat memicu konflik masyarakat, mengawasi informasi yang
bermuatan kepentingan politik, hegemoni, ideology yang tidak sesuai, dan
lainnya.
Faktor
Ideologis vs organisasional
Terdapat tiga faktor indikasi yang
mempengaruhi nilai berita diantaranya ; Organisasional, Genre, dan sosial
budaya. Organisasional merupakan contoh faktor ini ialah seperti saat debut
final piala AFF antara Indonesia melawan Vietnam yang berlangsung di Pakansari
Stadium, Vietnam . Meskipun berlangsung di Vietnam, masyarakat Indonesia yang
ada di Vietnam akan tetap mendukung kesebelasan Garuda di stadion. Genre merupakan
faktor minat atau kesukaan masyarakat pada suatu program media. Sehingga media
yang dapat menyesuaikan minat masyarakat akan menjadi dominan. Sosial budaya lebih
mengarah kepada fokus berita yang melibatkan kepentingan kalangan elit,
kejadian negatif, dramatis, dan berbau kekerasan.
Pengaruh
terhadap Pilihan Berita
Faktor pemilihan Berita diantaranya seperti kekuasaan,
status, atau popularitas individu yang terlibat dalam peristiwa.
Kontak personel atas reporter, lokasi peristiwa dan lokasi kekuasaan juga berpengaruh
terhadap pilihan berita. Selain peristiwa yang kekinian berita yang berasal
dari Fenomena atau situasi yang dapat
diperkirakan /
rutin
dan terjadi di dekat dengan khalayak juga berpengaruh kuat pada pilihan berita.
Akan tetapi redaksi juga harus mempertimbangkan pola naiknya suatu berita di
sebarkan. Agar tetap mendapat sisi ekslusivitas,
dan keuntungan ekonomi baik dari khalayak, sponsor, dan lainnya.
Banyak
khalayak yang menyukai topik berita menyangkut figuritas atau mengenai tokoh. Seperti berita mengenai orang terkenal, politikus, dan pesohor.
Semakin terkemuka orang yang terlibat, maka semakin besar perhatian masyarakat.
Pada nilai berita terdapat unsur proximity (kedekatan jarak). Semakin erat
hubungan antara khalayak dengan satu kota, atau Negara. Maka akan semakin besar
berita tersebut diperhatikan.
Perjuangan
Terhadap Akses Antara Media Dan Masyarakat
Otonomi media
merupakan adanya tindakan media disusupi atau di asimilasikan kepentingan pihak
luar, baik secara terang – terangan atau sembunyi – sembunyi. Para pekerja
media memiliki sumber pilihan mereka sendiri baik berasal dari figur atau
lembaga. Jaringan kontak dan hubungan relasi yang dimiliki reporter dinilai
berpengaruh pada produktifitas mereka.
Mengenai pasokan berita terdapat
beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Pertama, prediksi fenomena redaksi
terhadap suatu isu. Kedua, ialah pertimbangan dan upaya agar media tersebut
dapat berkuasa dan bereputasi oleh khalayak. Ketiga, adanya asimilasi
kepentingan yang mutualisme titipan dari komunikator seperri politisi, atau
kelompok tertentu.
Hubungan masyarakat dan manajemen berita
ialah terletak pada adanya peran suatu pihak berkepentingan mengatur publisitas
peristiwa. Baik perupa kegiatan penitipan kepentingan kepada jaringan kontak
penghimpun berita, memanipulasi isi berita, dan penggunaan kekuasaan untuk
mengganggu kepentingan media.
Aktivitas
Organisasional Media: Pengolahan dan Penyajian
Organisasi media cenderung mereproduksi
secara selektif menurut kriteria yang sesuai dgn tujuan dan kepentingan mereka
sendiri. Dalam pembahasan ini perlu diperhatikan mengenai Logika Budaya Media.
Logika media adalah proses produksi media menghasilkan keuntungan dan para
pekerja media memiliki hak yang penuh terhadap fungsinya. Media juga membuat
format standarasisasi terhadap konten yang telah menjadi tradisi. Hal ini tidak
terlepas dari Media sebagai instrumen utama untuk memproduksi ketenaran dan
selebritas.
Konvergensi media berpengaruh pada
produksi budaya media. Konvergensi media adalah integrasi atau menyatunya
saluran-saluran keluar komunikasi massa. Hal ini berdampak pada partisipasi
khalayak dalam produksi, Kaburnya batasan antara profesional dan amatir, dan
hilangnya batasan antara produsen dan konsumen.
Kesimpulan
Produksi budaya media dipengaruhi oleh
beberapa faktor diantaranya peran gatekeeping (redaksi); Faktor ideologis
organisasional, genre, dan sosial budaya. Pilihan berita dipengaruhi beberapa
hal seperti keterlibatan figuritas, lokasi jarak atau kekuasaan, fenomena yang
dapat diprediksi, nilai eklusifitas, informasi yang paling terkini, dan
keuntungan ekonomi.
Tidak dapat dipungkiri bahwa media
disusupi oleh kelompok luar yang memiliki kepentingan baik secara
terang-terangan atau sembunyi. Terdapat pula promotor peristiwa atau kelompok
yang sengaja membuat isu atau fenomena agar mengganggu perhatian media. Hal ini berpengaruh pada pasokan informasi
yang masuk dan akan dipublikasikan. Padahal semestinya media bersifat selektif
dan sesuai tujuan mereka sendiri. Untuk itulah diperlukan hal standar yang
masuk dalam kategori logika media.
Konvergensi media berpengaruh erat
terhadap berubahnya pola produksi budaya media. Seperti konsumsi atau
partisipasi media masyarakat. Termasuk kaburnya batas profesional dan amatir.

Belum ada tanggapan untuk "PRODUKSI BUDAYA MEDIA"
Post a Comment