![]() |
| Gender sebagai faktor yang mempengaruhi komunikasi (foto : pexels) |
Gender dapat
didefinisikan sebagai keadaan dimana individu yang lahir secara biologis
sebagai laki-laki dan perempuan yang kemudian memperoleh pencirian sosial sebagai
laki-laki dan perempuan melalui atribut-atribut maskulinitas dan feminitas yang
sering didukung oleh nilai-nilai atau sistem dan symbol di masyarakat yang
bersangkutan. Istilah gender seringkali tumpang tindih dengan seks (jenis
kelamin), padahal dua kata itu merujuk pada bentuk yang berbeda. Seks
merupatakn pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis
yang melekat pada jenis kelamin tertentu. Contohnya, laki-laki memiliki penis,
memproduksi sperma, dll. Sedangkan konsep gender merupakan suatu sifat yang
melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksikan secara sosial
maupun cultural. Misalnya laki-laki itu kuat, perempuan itu lembut, dll.
Konsep
ketiga akan kita bahas adalah komunikasi. Komunikasi adalah proses dinamis
menciptakan makna melalui simbol-simbol verbal dan nonverbal. Komunikasi
berhubungan dengan seks dan gender dalam sejumlah cara.
Penelitian menunjukkan bahwa
program-program televisi anak-anak cenderung memiliki karakter laki-laki yang
memiliki peran aktif dan perempuan yang memiliki peran reaktif atau mendukung.
Dalam kedua program-program dan iklan, anak perempuan lebih mungkin
dibandingkan anak laki-laki yang akan ditampilkan memelihara orang lain
(termasuk binatang dan boneka), dan anak laki-laki lebih mungkin untuk
ditampilkan terlibat dalam petualangan dan risiko. Video game dan film juga
menyediakan model maskulinitas dan feminitas, sehingga membantu
mensosialisasikan anak-anak ke dalam peran gender yang didukung oleh budaya
Barat.
Kedua, sebagai teori performatif
menegaskan, kita menggunakan komunikasi untuk mengekspresikan, atau melakukan,
mengungkapkan identitas gender.
Ketiga, komunikasi merupakan sarana
utama mengubah gender. Orang tua adalah
pengaruh awal dan kuat pada pemahaman sebagian anak-anak dari gender. Bayi
laki-laki dan perempuan tidak memasuki dunia komunikasi dengan cara yang
berbeda. Namun, dalam beberapa tahun, anak laki-laki dan anak perempuan mulai
terlibat dalam beberapa perilaku komunikasi yang berbeda. Banyak faktor yang mempengaruhi
perkembangan anak, termasuk perkembangan mereka sebagai komunikator.
Secara khusus, permainan anak laki-laki menumbuhkan
empat aturan komunikasi:
1. Gunakan komunikasi untuk menegaskan gagasan,
pendapat, dan identitas.
2. Gunakan komunikasi untuk mencapai sesuatu, seperti
pemecahan masalah atau mengembangkan strategi.
3. Gunakan komunikasi untuk menarik dan mempertahankan
perhatian orang lain
4. Gunakan komunikasi untuk bersaing, membuat diri Anda
menonjol "pada panggung"; mengambil perhatian dari orang lain untuk
memperhatikan Anda.
Permainan
umumnya dimainkan oleh perempuan yang memiliki empat aturan dasar untuk
komunikasi:
1. Gunakan komunikasi untuk menciptakan dan memelihara
hubungan.
2.
Gunakan
komunikasi untuk membangun hubungan egaliter dengan orang lain. Jangan
mengalahkan, mengkritik, atau merendahkan orang lain. Jika Anda harus
mengkritik, mengkritik dengan lembut.
3.
Gunakan
komunikasi untuk menanggapi ide-ide.
4. Gunakan komunikasi untuk menunjukkan kepekaan
terhadap orang lain dan hubungan.
PERBEDAAN KOMUNIKASI MASKULIN DAN KOMUNIKASI FEMININ
Penelitian
menunjukkan tujuh fitur Komunikasi Feminin:
1. Komunikasi feminin melibatkan mengungkapkan perasaan
dan belajar tentang orang lain. Bagi banyak wanita, komunikasi pribadi adalah
sarana utama membangun hubungan dekat.
2. Komunikasi feminin berupaya untuk menciptakan
kesetaraan antar manusia
3. Komunikasi feminin cenderung menawarkan dukungan
besar bagi orang lain. Dalam percakapan, wanita secara rutin menyampaikan
simpati, empati, dan kesepakatan dengan orang lain
4. Komunikasi feminine menjaga percakapan terjadi
dengan mengundang orang lain untuk berbicara, mengajukan pertanyaan yang
menarik orang lain ke dalam interaksi, menanggapi apa yang orang lain katakan,
dan mendorong orang lain untuk menguraikan ide-ide mereka.
5. Komunikasi feminin cenderung sangat responsif,
terutama nonverbal.
6. Komunikasi feminin cenderung untuk menyertakan
deskripsi yang lebih konkret
7. Komunikasi feminine dinilai inklusif dan tidak tegas
Para peneliti
telah mengidentifikasi enam fitur Komunikasi Maskulin:
1. Komunikasi maskulin adalah kontrol atau upaya untuk
mengontrol.
2. Komunikasi maskulin adalah mentalitas instrumen,
yang mencapai tujuan.
3. Komunikasi maskulin cenderung
digunakan untuk mengekspresikan dominasi dan kontrol
4. Komunikasi maskulin cenderung langsung dan tegas.
5. Komunikasi maskulin lebih abstrak dari komunikasi
feminin.
6. Komunikasi maskulin dibatasi emosionalitas.

Belum ada tanggapan untuk "Gender sebagai Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi "
Post a Comment