PENDAHULUAN
Media dan masyarakat
merupakan dua hal yang tak terpisahkan, ibarat ikan dan air. Karena itu
memisahkan media dari masyarakat, sama halnya memisahkan ikan dari air. Hal ini
tidaklah berarti masyarakat dapat mengontrol media secara otoriter, tetapi di
maksudkan untuk menggambarkan keberadaan media tidak bisa dipisahkan dari
masyarakat. Demikian pula, dalam batas-batas tertentu dapat dipahami bahwa
media dan keberadaannya merepresentasikan suatu masyarakat. Sebagaimana
dikatakan oleh Jeffres (1968:14).”The
mass media can reflect society in multitude of ways”. Ingin dikatakan
disini, media dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat.
Media sebagai bagian
dari teknologi komunikasi dengan segala potensi pemanfaatannya, hanyalah salah
satu bagian dari satu sistem yang ikut berperan dalam kehidupan sosial
masyarakat. Dengan segala kemajuannya dengan spekatakuler dewasa ini, media
telah dimanfaatkan sedemikian rupa untuk melayani kepentingan dan kebutuhan
hidup manusia. Sayangnya, kemajuan media terkadang sudah kadaluarsa berhadapan
dengan kemajuan media.
Media massa diyakini
tidah hanya memiliki efek objektif tertentu pada masyarakat, tetapi juga
memiliki tujuan sosial. Hal ini berarti bahwa beberapa efek yang telah diamati
adalah disengaja dinilai secara positif. Ini termasuk efek penyebaran
informasi, mengungkapkan suara dan pandangan yang berbeda. Aktivitas hiburan
dan budaya dimedia juga dapat dihitung sebagai tujuan yang disetujui, dimana
terdapat efek yang disengaja yang biasanya dapat kita ketahui siapa yang ada
dibelakangnya. Dalam hal ini utamanya adalah mereka yang memiliki atau
mengendalikan media dan bekerja didalamnya, sebagaimana juga pihak-pihak yang
diberikan saluran komunikasi oleh media, termasuk pemerintah, penguasa dan
komunikator individual.
Tidak mengherankan bila
terdapat banyak opini berbeda (publik,swasta dan institusi) mengenai apa yang
seharusnya dilakukan media dan seberapa baik kinerja mereka, tetapi tidak
diragukan lagi kalau banyak hal yang diharapkan. Ketika kita berbicara mengenai
Teori Normatif (normative theory), kita merujuk pada gagasan hak dan tanggung jawab
yang mendasari pengharapan akan keuntungan media bagi individu dan masyarakat.
Topik Artikel (klik untuk membaca; Link yang belum aktif artinya artikel belum selesai) :
Topik Artikel (klik untuk membaca; Link yang belum aktif artinya artikel belum selesai) :
- Sumber Kewajiban Normatif
- Media Dan Kepentingan Publik
- Pers sebagaiPilar Keempat
- KomisiKebebasan Pers Tahun 1974 dan Teori Tanggung Jawab Sosial
- Profesionalisme Dan Etika Media
- Empat Teori Pers dan Setelahnya
- Alternatif Penyiaran Layanan Publik
- Media Massa, Masyarakat Sipil, dan Ranah Publik
- Respons terhadap Ketidakpuasan atas Ranah Publik
- Pandangan Alternatif
- Teori Normatif Media: Empat Model
- Kesimpulan
Referensi
McQuail,
Denis. 2010. Theories of Mass Communication (6th Edition). London : Sage
Publication.
West,
Richard & Lynn H. Turner. 2007.Introducing to Communication Theory:
Analysis and
Application. New York: McGraw-Hill.
http://www.kpi.go.id
http://id.wikipedia.org

Belum ada tanggapan untuk "Teori Normatif Komunikassi Massa dan Masyarakat Kontemporer"
Post a Comment