Media dalam masyarakat
bebas, sebagian besar tidak memiliki kewajiban untuk membawa tujuan bernilai
positif yang telah ditetapkan dan diterima bagitu saja. Teori normatif media
meliputi baik tujuan yang ditetapkan secara internal maupun klaim dari luar
mengenai bagaimana seharusnya mereka diperlakukan.
Diantara sumber-sumber
pengharapan normatif yang paling mendasar
adalah barangkali yang berasal dari konteks sejarah yang membentuk peranan
lembaga media. Disebagian besar negara demokrasi, hal ini berarti hubungan
dekat antara lembaga politik demokratis dengan peranan media sebagai pembawa
berita dan pembentuk opini. Hubungan ini biasanya dibangun serta konstitusional
(terkecuali Jerman) dan tidak dapat dipaksa, tetapi keduannya tidak ada yang
wajib. Hal ini juga melekat secara mendalam pada kebiasaan dan peraturan
sebagaimana didalam ekspresi klaim dan aspirasi profesional.
Dalam hal ini,
pandangan publik mengenai apa yang seharusnya dilakukan media, jika hal ini
secara jelas diungkapkan memilki karakter yang lebih meningkat. Hal ini
mencerminkan fakta bahwa media terikat ke dalam hubungan pasar dengan konsumen
dan klien, dimana yang kedua (misalnya pengiklan) juga memiliki pengaruh atas
perilaku media.
Sumber pengaruh lainnya
lebih tersebar, tetapi sering kali efektif. Individu berkuasa dan oraganisasi
dapat dilukai oleh berita dan mungkin memerlukannya juga untuk membantu tujuan
mereka. Sumber penharapan normatif terhadap media :
- · Teori sosial dan politik mengenai pers
- · Teori profesional dan praktik jurnalisme
- · Publik sebagai warga negara
- · Publik sebagau khalayak
- · Pasar
- · Negara dan agen-agennya
- · Partai yang berkepentingan dalam masyarakat yang dipengaruhi
Teori Normatif Komunikasi Massa

Belum ada tanggapan untuk "Sumber Kewajiban Normatif"
Post a Comment