Iklan Ads

MEDIA POWER : Fungsi Media dan Pengaruh yang Dihasilkan oleh Quick Count




Pemilihan umum merupakan pesta demokrasi bagi suatu bangsa. Masyarakat menyalurkan hak politiknya dalam menentukan siapa pemimpin atau perwakilan mereka yang akan mengatur ketentuan soal kebijakan publik selanjutnya. Media sebagai pilar ke-empat demokrasi memiliki 4 fungsi yakni sebagai edukasi, informasi, hiburan, dan pengaruh. 

Proses pemilihan umum berlangsung dengan menguras banyak tenaga hingga dana. Baik dari pihak penyelenggara, keamanan, tak terkecuali peserta. Masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak kepentingan memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi khususnya siapa pihak pemenang dalam pemilu tersebut. Pihak penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan hasil rekapitulasi pemenang dalam waktu yang cukup lama. Hal ini dikarenakan demi situasi kondusif, dan perincian merekapitulasi surat suara dari masyarakat yang jumlahnya tidak sedikit. 

Peluang ini dimanfaatkan oleh lembaga survey untuk memberikan informasi mengenai hasil perhitungan cepat metode survey partisipan. Hal ini bertujuan agar masyarakat khususnya pihak berkepentingan dapat mengetahui prediksi lebih awal perbandingan jumlah suara kontestan pemilu atau yang dikenal sebagai Quick Count

Seiring berkembangnya teknologi, potensi ekonomi juga kepentingan yang dihasilkan dari oleh lembaga survey. Demokrasi di Indonesia rupanya menjadi ladang subur bagi beberapa lembaga untuk melakukan jejak pendapat kepada masyarakat. Hal ini berimplikasi dari banyak berdirinya lembaga survey dengan asas independensi nan objektifitasnya masing-masing. Banyaknya kuantitas lembaga survey berimplikasi pada hasil yang dipublikasikan mengenai suatu pemilu. Tak sekedar memberikan hasil yang cukup beda secara signifikan, namun juga hasil yang sangat jauh berbeda. Akibatnya, Quick Count tak ayal menjadi pemicu konflik politik bangsa. Tak hanya dapat memecah belah persatuan, hasil Quick Count yang berbeda dapat menurunkan kredibilitas hasil rekapitulasi resmi KPU. 

Media sebagai pilar ke empat demokrasi berupaya menyajikan informasi objektif dan coverbothside dalam penyaluran informasi pemilu secara aktual serta terpercaya. Hasil Quick Count tentu memiliki dampak langsung terhadap pemirsa yang tak lain adalah masyarakat yang menjadi peserta pemilu itu sendiri.  Media bahkan mengambil beberapa hasil riset lembaga survey atau quick count pemilu. 

 Seara teori, Media massa memiliki 4 fungsi diantaranya sebagai edukasi, informasi, hiburan, dan pengaruh.  Pada dasarnya media massa mempunyai 4 fungsi, yaitu fungsi edukasi, informasi, hiburan dan pengaruh. Berikut penjelasan masing masing dari fungsi tersebut.
1.      Fungsi edukasi, yaitu media massa berfungsi sebagai agen atau media yang memberikan pendidikan kepada masyarakat, sehingga keberadaan media massa tersebut menjadi bermanfaat karena berperan sebagai pendidik masyarakat. Maka dari pada itu, lewat acara-acaranya, media massa diharapkan memberikan pendidikan kepada masyarakat.

Media memiliki peran sebagai lembaga yang memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Mengajari masyarakat mengenai hasil resmi pemilihan umum, etika berdemokrasi / memilih, membandingkan data, atau menciptakan publik yang paham berbagai kriteria politik ideal bangsa.

2.      Fungsi informasi, yaitu media massa berperan sebagai pemberi atau penyebar berita kepada masyarakat atau komunikatornya, media elektronik misalnya memberikan informasi lewat acara berita, atau informasi lain yang dikemas lewat acara ringan, sehingga media massa berperan untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan.

Informasi yang disajikan dari Quick Count merupakan langkah prediksi awal hasil perhitungan suara. Peran media seharusnya terus meyakinkan kepada publik bahwa hasil Quick Count merupakan hasil tidak resmi, dan menggunakan pola survey yang tidak mewakili masyarakat secara keseluruhan (Sampling).

3.      Fungsi hiburan, yaitu media massa berperan menyajikan hiburan kepada komunikatornya atau dalam hal ini masyarakat luas. Hiburan tersebut misalnya acara musik, komedi dan lain sebagainya.

Hiburan tentu menjadi hal yang diperlukan saat panasnya kontestasi politik Indonesia. Indonesia yang memiliki ciri sebagai bangsa yang terdiri dari beraneka ragam suku, budaya, dan bahasa, tentu dapat dengan mudah terpecah belah oleh situasi politik. Diperlukan hiburan yang dapat menyatukan masyarakat, meredam situasi konflik, dan megembalikan persatuan dan kesatuan. Hiburan dapat berupa pertandingan olahraga yang melibatkan tim nasional, dan lainnya.

4.      Fungsi pengaruh, yaitu bahwa media massa berfungsi bagi memberikan pengaruh kepada masyarakat luas lewat acara atau berita yang disajikannya, sehingga dengan adanya media massa diharapkan masyarakat dapat terpengaruh oleh berita yang disajikan. Misalnya ajakan pemerintah untuk mengikuti pemilihan umum, maka diharapkan masyarakat akan terpengaruh dan semakin berpartisipasi untuk mengikuti pemilu.

Pengaruh juga berimplikasi pada pengaruh Quick Count itu sendiri. Banyak masyarakat bahkan figur yang menggunakan referensi hasil Quick Count sebagai hasil mutlak atau hasil bernilai setara yang dibandingkan dengan perhitungan resmi (real count) KPU. Pengaruh inilah yang menjadi pemicu konflik antar lembaga atau kelompok masyarakat. Seperti yang terjadi pada perehlatan pemilu presiden 2014 dimana terdapat lembaga survey yang menyajikan Quick Count yang memenangkan pasangan calon presiden yang berbeda. Hal tersebut berpengaruh pada keruhnya suasana stabilitas politik nasional kala itu.

Jika melihat dampak Quick Count dari fungsi media tersebut pada kasus pilpres 2014 kita masih mengingat kondisi politik bangsa terpecah menjadi dua kubu. Perpecahan tersebut merupakan bagian dari persoalan kontestasi pilpres kala itu yang hanya diusung dua kandidat. Diantaranya terdapat kelompok koalisi parlemen, pemimpin hingga organisasi politik yang bersifat “tandingan atau bayangan”.  

Jika memandang dari segi fungsi komunikasi massa diantaranya :
1.      Informasi
2.      Sosialisasi
3.      Motivasi
4.      Bahan Diskusi
5.      Pendidikan
6.      Memajukan kebudayaan
7.      Hiburan
8.      Integrasi

Media yang menyajikan hasil Quick Count berusaha menjalankan setiap fungsinya tersebut. Khususnya, akibat dari ketertarikan atau motivas tinggi masyarakat mengenai siapa pemenang pemilu yang disajikan, Quick Count menjadi acuan dan obat mujarab aktual. Media mengambil hasil quick count dari berbagai lembaga survey dengan tujuan objektif, dan menambah referensi justru dapat pula menjadi biang kisruh rancunya perhitungan suara. Akibat hasil yang berbeda antars lembaga Quick Count atau hasil resmi, beberapa forum diskusi akhirnya menjadikan hasil Quick Count dalam referensi kemenangan calon kandidat tersebut yang tentunya berpengaruh pada opini publik. Seharusnya semua media yang menyajikan Quick Count pada pemilu melakukan upaya secara persuasif meyakinkan masyarakat bahwa pada hakikatnya hasil Quick Count tidak mempunyai dasar hukum pada keputusan hasil pemilu. Tak sekedar memberitahukan bahwa hasil hitung cepat tersebut adalah dari hasil rekapitulasi cepat lembaga survey.

Pemerintah juga perlu mengatur regulasi dan menyeleksi lembaga survey yang benar-benar independen serta profesional. Karena semakin maraknya lembaga yang menyajikan Quick Count tidak dapat dipungkiri suatu saat memberikan hasil yang berbeda signifikan dari kebanyakan lembaga Quick Count dengan hasil resmi KPU. Maka kredibilitas dan profesionalitas KPU sebagai penyelenggara tentu dapat dipertanyakan, alias menjadi senjata demokrasi masyarakat.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "MEDIA POWER : Fungsi Media dan Pengaruh yang Dihasilkan oleh Quick Count"

Post a Comment