Makna awal dari komunikasi massa dan
yang masih bertahan, diambil sebagian besar dari gagasan orang sebagai massa
dan dari karakteristik media massa yang dipersepsikan daripada ide komunikasi
lainnya. Sebagaimana dijelaskan dalam bab sebelumnya, massa dipersepsikan
utamanya dalam kaitannya dengan ukuran, anonimitas, ketidaktahuan secara umum,
kurangnya stabilitas dan rasionalitas, dan sebagai hasilnya mereka rentan
terhadap persuasi dan saran. Massa dianggap perlu untuk dikendalikan dan dipadu
oleh kelas dan penguasa yang superior dan media massa menyediakan alat untuk
mencapainya. Ketika kekuasaan direbut atas nama kelas yang menekan pada
Revolusi Rusia tahun 1917, media massa direkrut untuk melakukan tugas
indoktrinasi kembali berdasarkan asumsi yang kurang lebih sama.
Seiring dengan berkembangnya ilmu
komunikasi definisi yang lebih formal dari konsep komunikasi massa muncul yang
tidak berdasarkan kesan yang tidak teruji, klaim dari publisi atau filsafat
social, tetapi dari karakteristik objektif media yang dapat ditentukan dan
diuji. Model abstrak komunikasi dibangun dengan ciri tertentu sebagai berikut :
Dapat dikatakan media
massa sebagai alat utama dalam komunikasi massa mampu membentuk masa depan umat
manusia. Salah satu alasanya adalah bahwa media massa kita akan tumbuh pesat.
Pertumbuhan tersebut merupakan dampak sejarah proses komunikasi massa. Sejarah
eksistensi manusia akan lebih tepat dijalskan oleh teori transisi (theory of
transitions) inti dari teori ini mengatakan bahwa ada perbedaan tahapan di
dalam sejarah perkembangan komunikasi manusia.
Menurut Melvin De Fleur
dan Sandra J.Ball-Rokeach dalam bukunya Theories of Mass Communication (1989)
disebutkan ada lima Revolusi Komunikasi Massa, yaitu :
1.
Zaman
tanda dan isyarat (the age of sign and signal)
Era ini adalah awal sejarah
perkembangan manusia. Bisa dikatakan, proses komunikasi manusia lebih
berdasarkan insting (meski lebih rendah) dan bukan pada rasionya. Era ini
menggunakan gerak isyarat bunyi-bunyian dan jenis tanda lain yang dapat
digunakan dalam prose komunikasi.
Pada masa ini peran indera pendengar
dan faktor fisik menjadi alat yang paling penting dalam proses komunikasi.
Misalnya, geraman, dengkuran, jeritan. Semua itu tergantung pada keadaan
fisiknya.
Perkembangan penting komunikasi dalam
era ini adalah digunakannya bahasa dan tanda isyarat sebagi alat komunikasi.
Gerak isyarat dan tanda itu dikenal dengan komunikasi non verbal. Sistem yang
dilakukan manusia era ini masih sangat sederhana, dan lambat alat yang
digunakanpun masih kuno dan terbatas. Namun keterbatasan ini tetap mempunyai
dampak penting bagi kehidupan social mereka khususnya dalam proses pemikirannya
dan berdampak dalam proses pertukaran pesan kepada orang lain.
2.
Zaman
bahasa lisan (the age of speech and language)
Era ini berjalan kira0kira 300.000 th
200.000 th SM. Era ini ditandai dengan mulai lahirnya embrio kemampuan untuk
berbicara dan berbahasa secara terbata-bata dalam kelompok masyarakat tertentu.
Manusia jenis Cro Magnon menjadi ciri utama era ini. eCro Mgnon mempunya
struktur tengkorak, lidah dan kotak suara seperti yang kita punyai. Ini dapat
menjadi bukti bahwa mereka mempunyai kapasitas untuk berbicara. Asal usul
percakapan dan bahasa itu muncul sekitar 35.000-40.000 SM
Pada era ini manusia Cro Magnon bisa
berkembang karena mereka bisa menggunakan percakapan dan bahasa sebagai alat
komunnikasi. Selain itu adapun keuntungan lain yang didapat yaitu mereka dapat
mengkonseptualisasi dan merencanakan, berburu dengan lebih terkloordinir dan
usaha melakukan perlindungan secara lebih baik
Kata-kata, angka dan symbol lain
termasuk aturan berbahasa yang telah dibangun. Dengan sistem simbolik yang
dimiliki, individu dapat mengklarifikasi, mengirim, menerima dan mengerti pesan
lebih baik. Perubahan komunikasi percakapan dan bahasa telah menghantarkaj
budaya mereka berubah secara drastic dan hanya berburu ke pembangunan peradaban
klasik yang besar dan monumental.
3.
Zaman
Tulisan (the age of writing)
Era ini muncul sekitar 5000 tahun SM.
Komunikasi yang dilakukan tidak lagi mengandalkan lisan, tapi tetap tertulis.
Sejarah tulisan itu sendiri adalah salah satu proses pergantian dari gambaran
piktografi ke sistem fenotis, dari penggunaan gambar ke penggunaan surat
sederhana untuk menyatakan maksud yang lebih spesifik. Pada masa ini manusia
Cro Magnon menjadi titik awal usaha merekam informasi dengan menggambarkan
kembali kehidupan binatang dan adegan dalam berburu binatang pada batu.
Bangsa mesir menjadi penemu pertama
pengembang sistem Glyps atau karakter simbolis. Pertama kali mereka mengukir di
atas batu, tetapi diwaktu lain mereka menggambar dan melukis. Glyps milik orang
mesir ini bisa dijadikan alasan awalnya munculnya standarisasi makna.
Penggunaan karakter untuk
mempresentasikan suku kata adalah tahap pertama di dalam pembangunan tulisan phonetic (sistem bunyi ujaran) dan
sebuah pemecahan yang cukup besar di dalam komunikasi manusia. Tulisan Alpabet
muncul kurang dari seratus tahun kemudian dan berkembang secara pesat. Lambat
laun gagasan penggunaan symbol huruf konsosnan dan vocal muncul, lalu adanya
suku kata. Awalnya karakter yang dibutuhkan seratus huruf, namun sekarang hanya
dua puluh enam huruf saja, seperti yang kita kenal.
Hal yang paling penting dalam era ini
adalah perubahan dan menulis di batu ke media portable dan inustri ringan. Ini
menunjukkan pertumbuhan teknologi ditambah lagi symbol sistem tulisan yang
dapat diproduksi secara cepat. Tingkat melek huruf yang baik menjadi keahlian
sangat berharga. Perkembangan lainnya juga dibukanya perpustakaan, doktrin
agama dan kitab injil ditulis. Sekolah-sekolah bemunculan. Bahkan seni dan ilmu
pengetahuan mulai berkembang. Kesuksesan ini membawa berkah pada perkembangan
tulisan. Semua hal dapat ditulis, gagasan yang dibuat direkam, dilipatgandakan
dan digambar serta diwariskan kepada para generasi.
4.
Zaman
Cetak (the age of print)
Salah satu penyempurnaan paling besar
dari perkembangan manusia berkomunikasi adalah ditemukannya cetakan. Sebelum
abad ke-15 orang-orang Eropa memproduksi buku-buku dengan menyiapkan mau scripi (salinan yang dicetak
menggunakan tangan). Hal penting yang mengikuti perkembangan era cetak ini
adalah penggunaan kertas sebagai bahan untuk merekam tulisan.
Penemu cetakan pertama kali terjadi
di mainz Jerman tahun 1455, dia bernama Johan
Gutenberg. Dia lah yang awal mengenalkan cara mencetak, dia membangun
gagasan dengan membat mesin baja untuk masing-masing huruf. Ini lah babak awal
yang menjadi embrio munculnya era komunikasi massa. Awal abadd ke-16, mesin
cetak Gutenberg telah mampu mencetak ribuan salinan buku cetak di atas kertas.
Melvin D Fleur dan Sandra
J.Ball-Roeach (1989) mengatakan ada dua hal yang penting yang layak dicermati
dalam era ini. Pertama, media surat kabar dan juga media cetak lainnya bisa
muncul setelah seperangkat kompleksits elemen budaya muncul dan terus
berkembang di masyarakat. Kedua, penemuan mesin cetak merupakan gabungan elemen
dalam masyarakat.
Di akhir abad ke-19 menjadi jelas
munculnya beberapa bentuk media cetak seperti surat kabar, buku dan majalah
semua itu digunakan secara luas oleh masyarakat. Ahli sosiologi Amerika Charles
Horton Cooley menyatakan ada beberapa faktor yang membuat media baru jauh lebih
efisien dari pada proses komunikasi pada masyarakat sebelumnya, diantaranya
Expressiveness (membawa perluasan gagasan dan perasaan), Permanent of Record
(mengatasi waktu), Swiffness (mengatasi ruang), Diffussion (jalan masuk ke
kelas-kelas yang ada dalam masyarakat).
5.
Zaman
Komunikasi Massa (the age of mass communication)
Dengan kemunculan media cetak langkah
aktivitas komunikasi mulai menanjak cepat. Seperti penemuan telegraf, ini
menjadi elemen penting bagi akumulasi teknologi yang akhirnya akan mengarahkan
masyarakat memasuki era media massa elektronik.
Beberapa decade terakhir percobaan
yang dilakukan telah membawa kesuksesan untuk memasuki era dunia motion picture pada awal abad ke-20. Ini
diikuti pada tahun 1920-an dengan pengembangan radio rumah tangga dan [ada
tahun 1940 an dengan dimulainya televise rumah tangga. Bahkan tahun 1950 an
pada saat radio mengalami kejenuhan pada keluarga Amerika, radio berkembang
lebih pesat dengan melakukan penetrasi yang kian meningkat dalam bentuk radio
kamar tidur dan di dapur didukung pertumbuhan sejumlah menara pemancar. Pada
tahun-tahun selanjutnya media baru ditambahkan seperti videotek, televise kabel
dan sebagainya. Komunikasi massa menjadi satu hal penting dan menjadi bagian
dalam kehidupan modern saat ini.
Sketsa singkat peralihan utama di
dalam kemampuan orang-orang untuk berkomunikasi menunjukkan dua faktor utama
yaitu, Pertama “Revolusi” komunikasi terjadi sepanjang keberadaan manusia.
Kedua, pertumbuhan media massa yang pesat. Pada era ini masing-masing media
bertambah kompleks dan sempurna. Akumulasi peralatan media ini telah menjadikan
pertumbuhan masyarakat semakin sempurna. Apalagi saat ini telah muncul
komunikasi dengan memakai satelit. Acara yang disiarkan oleh media elektronik
misalnya, tidak lagi direkam tetapi banyak yang disiarkan langsung. Dan
tentunya dampaknya pun semakin terasa. Dan munculnya internet sebagai bentuk
komunikasi massa yang paling baru membawa pengaruh yang tidak sedikit pula.
Internet telah mengambil peran revolusi komunikasi yang kian kompleks. Inilah
abad komunikasi massa. Semua dipercepat, dipermudah, disederhanakan, tetapi
dampak nagatif yang ditimbulkan juga akan lebih nyata dan besar. Munculnya era
komunikasi massa adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari komunikasi massa
adalah keniscayaan sejarah perkembangan manusia dalam melakukan komunikasi.
Semakin cerdas manusia, semakin kompleks dan rumit komunikasi yang dilakukan.
Belum ada tanggapan untuk "Awal dan Akhir Komunikasi Massa"
Post a Comment