Iklan Ads

Bertahannya Komunikasi Massa

Hal dan kondisi lain mencerminkan bukan akhir dari media massa atau komunikasi massa, tetapi pergeseran yang cukup signifikan dan berkelanjutan dalam cara di mana tujuan komunikasi publik nasional dengan serangkaian konten yang terbatas. Penyiarannya akan dilakukan secara langsung, cepat dan sangat hemat biaya. Pandangan industrial ini, baik tujuan maupun caranya telah memberikan jalan bagi komunikasi massa versi baru. Tujuan keseluruhan dari komunikasi publik masih terus dicari dan memberikan bentuk pada pengalaman  yang termediasi dari populasi yang menjadi target walaupun tidak melalui pemaksaan monopoli atas rangkaian terbatas dari gagasan, informasi, motif dan stimuli yang sesuai. Sekarang, tujuannya adalah untuk menyediakan serangkaian konten yang sangat beragam yang ditujukan kepada subkelompok dan segmen publik yang sangat banyak, mempertimbangkan kepentingan, selera, dan kondisi dari penerima. Tujuannya lebih bervariasi dan lebih suram daripada sebelumnya. Keseluruhan proses ditopang bersama bukan oleh struktur perlengkapan yang kaku dan seragam maupun pola yang stabil dari penerimaan massal, tetapi melalui ikatan sukarela dari publik dalam keterlibatan mereka sendiri di dalam dunia yang kaya dan beragam dari pengalaman yang termediasi.
Jaringan serta ikatan pribadi yang dikatakan menyediakan hambatan bagi pengaruh dari media massa yang lebih tua sekarang memainkan peranan positif dalam memperkuat permintaan dan konsumsi atas perjalanan selalu berubah dan berwarna.
Kelangsungan hidup dari kondisi atau keadaan dari komunikasi massa yang saat ini sulit dibedakan dari proses sosial lainnya, umumnya karena tingkat fungsionalitasnya yang tinggi bagi kekuatan penggerak utama dalam masyarakat dan hubungannya yang akrab dengan aspirasi manusia. Banyak dari faktor yang mendapatkan keuntungan dari kapasitas untuk berkomunikasi ke semua dengan cara yang terukur dan terarah Nampak dengan jelas dan motivasi mereka transparan. Termasuk di dalamnya pengiklan besar dan perusahaan media global, sistem keuangan dunia, para penguasa dan pemerintah nasional, Negara dengan ambisi dan minat berkuasa atau demi pencitraan dan seterusnya. Tidak dapat dibayangkan bahwa hal ini dan lainnya dapat dibagikan dengan hasil yang bahkan lebih cerdas dan komunikasi yang lebih efektif kepada wilayah publik terpilih manapun. Bentuk komunikasi massa yang muncul, bangkit, dan dikuatkan secara tinggi konsiste dengan tren yang mendasari kepada konvergensi dan globalisasi serta mediatisasi dari apapun.
Seiring dengan kekuatan dan tren yang telah disebutkan, ada pula dinamika lain yang bekerja dalam perubahan sifat dari komunikasi massa. Hal ini berakar dari potensi media baru bagi akses yang terbuka dan konektivitas yang saat ini semakin menjadi realitas. Ada banyak suara baru yang menggunakan kemungkinan untuk komunikasi yang terbuka dan secara horizontal interaktif. Individu-individu ini, pergerakan dan kelompok, dengan banyak tujuan yang berbeda, sekarang memiliki lebih banyak kesempatan dilayani oleh alat untuk berkomunikasi dengan dan kepada publik, bahkan jika tanpa jaminan akan didengar sebagaimana yang dimaksudkan. Dengan kata lain, ada kecenderungan yang kuat dan spontan yang mendasari kemunculan budaya publik dan bersama dan hal ini diterapkan tidak kurang kepada budaya yang sepertinya dibuat oleh mesin yang disampaikan melalui media massa yang baru diciptakan pada abad kedu puluh. Media massa yang lama tidak akan dapat menjadi media massa jika tanpa dasar semacam ini. Media baru juga membangun hubungan dengan kecenderungan manusia serupa yang fundamental. Kesuksesan social media yang baru, seperti kesuksesan banyak bentuk dari televise realitas sebagaimana pula penarikan kekuatan yang jelas dari peristiwa media adalah bukti yang cukup untuk daya Tarik yang kuat terhadap ketertarikan, emosi dan pengalaman serupa yang lebih luas.



Daftar pustaka

Berger, Charles R, Michael E. Rorloff, dan David R.Roskos-Ewoldsen. 2015. Handbook Ilmu
Komunikasi. Terjemahan oleh Derta Sri Widowartie. Bandung : Nusa Media
Daryanto, Muljo Rahardjo. 2016 .Teori Komunikasi. Yogyakarta : Gava Media
Framanik, Naniek Afrilia. 2013. Media dan Masyarakat dalam Struktural Sosial : Meninjau Konsep
Denis Mcquail. Vol V No.3
              STRUKTURAL-SOSIAL-MENINJAU-KONSEP-DENIS-MCQUAIL.pdf
Fleur de Melvin dkk. 1989. The Theories of Mass Communicationn.
Mc, Quail. 2010. Teori Komunikasi Massa. Jakarta : Salemba Humanika (buku 1)
…………….. 2010. Teori Komunikasi Massa. Jakarta : Salwmba Humanika (buku 2)
Unde, Andi Alimuddin. 2015. Televisi dan Masyarakat Pluralistik. Jakarta : Prenada
               Media Group

Sumber lainnya :
tanggal 26 desember 2016 pukul 13.28)
para-ahli.html (diakses pada tanggal 27 desember 2016 pukul 00.25)
 

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Bertahannya Komunikasi Massa"

Post a Comment