Film
pertama kali lahir dipertengahan kedua abad 19, dibuat dengan bahan dasar seluloid yang sangat mudah terbakar
bahkan oleh percikan abu rokok sekalipun.
Sejalan dengan waktu, para ahli
berlomba-lomba untukmenyempurnakan
film agar lebih aman, lebih mudah diproduksi dan enakditonton1.
Film diartikan sebagai lakon cerita) hidup. definisi yang pertama, kita dapat membayangkan film sebagai sebuah
benda yang sangat rapuh, ringkih, karena
berbentuk pita seluloid atau hanya sekeping compact disc (CD). Tapi di sisi lain, pengertian kedua memberikan
gambaran yang lebih kompleks, sebagai perekam
sejarah yang baik2. Film
adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang dengar (audio
video) yang dibuat berdasarkan asassinematografidengan
direkam pada pita seluloid, pita video, piringan videoatau
bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam segala bentuk, jenis danukuran melalui proses kimiawi, proses
elektronika, atau proses lainnya, dengan
atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukan atau ditayangkan dengan sistem mekanik, elektronik, atau lainnya.
Pengertian diatas
jelas mengungkapkan bahwa
film adalah sebuah
proses sejarah atau proses
budaya suatu masyarakat
yang disajikan dalam
bentukgambar hidup. Sebagai sebuah
proses, banyak aspek
yang tercakup dalam
sebuah film. Mulai dari
pemain atau artisnya,
produksi, bioskop, penonton, dan
sebagainya. Film juga identik
sebagai hasil karya
seni kolektif yang
melibatkan sejumlah orang, modal,
dan manajemen. Dalam
proses pembuatannya, pada
dasarnya film merupakan komoditi
jasa kreatif untuk
dinikmati masyarakat luas.
Dinilai dari sudut manapun,
film adalah acuan
otentik tentang berbagai
hal, termasuk perkembangan sejarah
suatu bangsa. Film
merupakan karya cipta
manusia yang berkaitan erat dengan
berbagai aspek kehidupan.
dari kerja, dan
sebuah jawaban atas
tuntutan untuk cara
menghabiskan waktu luang keluarga
yang sifatnya terjangkau
dan (biasanya) terhormat.
Film memberikan keuntungan budaya
bagi kelas pekerja
yang telah dinikmati
oleh kelompok sosial mereka
yang cukup baik.
Di nilai dari
pertumbuhannya yang
fenomenal, permintaan yang
dipenuhi oleh film sangatlah
tinggi. Film merupakan salah
satu bentuk media
massa elektronik yang
sangat besar pengaruhnya kepada
komunikan, dampak yang
ditimbulkan bisa positif
dan negatif. Jadi fungsi
media massa dan
tugas media massa
harus benar-benar diperhatikan oleh
komunikator, apalagi komunikator
yang menggunakan media massa
elektronik. Film misalnya
dalam penyampaian pesan-pesan
komunikasi sangat berpengaruh terhadap komunikan.
1. Heru
Effendy. Mari Membuat Film : Panduan Menjadi Produser. Jakarta : Erlangga.
Edisi Kedua. 2009
2. Anton
Mabruri KN. Penulisan Naskah TV : Program Acara Televisi – Format Acara
Televisi Drama. Depok : Mind 8 Publishing House. 2011
3. Denis
McQuail
4. James
Monaco. Cara Menghayati Sebuah Film.
Jakarta : Yayasan Citra. 1977

Belum ada tanggapan untuk "PENGERTIAN FILM"
Post a Comment