![]() |
| Proses dan Model dari Efek Media (gambar: pexels) |
SEJARAH ALAMIAH PENELITIAN DAN TEORI DAMPAK MEDIA:
EMPAT FASE
Dampak media massa terikat pada waktu dan tempat
tertentu. Dampak juga dipengaruhi beberapa faktor lingkungan, seperti
kepentingan pemerintah dan pembuat kebijakan, perubahan teknologi, peristiwa
sejarah, aktivitas kelompok-kelompok penekan dan propaganda, pembentukan opini
publik, dan temuan-temuan dalam ilmu sosial.
·
Fase 1: kekuasaan
media massa (awal abad ke-19
sampai 1930an). Media massa bertanggung jawab membentuk pendapat, mengubah
kebiasaan hidup dan menciptakan perilaku baru. Media massa bekerja sesuai
keinginan penguasa. Tapi, pandangan ini tidak berdasarkan pada ilmiah.
·
Fase 2: teori mengenai
pengujian kekuassan media massa (1930an-1960an).
Studi ini menitikberatkan perhatian pada dampak film terhadap anak-anak dan
remaja. Media massa digunakan untuk merancang pesan persuasi. Bernard Berelson
(1959) menyimpulkan beberapa komunikasi mengenai beberapa isu dapat mengundang
perhatian beberapa orang dengan kondisi tertentu dan memiliki dampak tertentu.
·
Fase 3: penemuan
kembali mengenai kekuassan media massa. Fase ini
memperdebatkan mengenai ‘ketiadaan (atau minimal) dampak’. G. Lang dan K. Lang
(1981) tidak sepakat media tidak memiliki dampak atau hanya memiliki dampak
terbatas. Keengganan menerima ‘dampak minimal’ adalah kehadiran televisi pada
1950an dan 1960an yang memiliki kekuasaan menarik perhatian dengan implikasi
terhadap kehidupan sosial yang lebih besar.
·
Fase 4: menegosiasikan
pengaruh media. Ini terkait
konstruksi sosial. Dampak paling signifikan media massa adalah memproduksi
makna dengan menawarkan realitas sosial ‘tertentu’. Pemikiran ini memiliki
beberapa kesamaan dengan teori pada fase awal yang menyatakan bahwa media massa
sangat berpengaruh, termasuk teori ideologi dan kesadaran palsu, teori
kultivasi, dan teori spiral of silence.
Elizabeth M
Perse (2001) menyebut empat fase ini sebagai direct effects, conditional
effects, cumulative effects, dan cognitive-transactional effects.
Dia
menggambarkan dalam model berikut ini:
Nature of effects
|
Media content
variables
|
Audiences variables
|
|
Direct
|
Immediate, uniform, observable
Short term,
Emphasis on change
|
Salience, arousal, realism.
|
Not relevant
|
Conditional
|
Individualized Reinforcement as well as change
Cognitive, affective and behavioural
Long or short term
|
Not relevant
|
Social categories
Social relationship
Individual differences
|
Cumulative
|
Based on cumulative exposure
Cognitive or affect
Rarely behavioural
Enduring effects
|
Consonant across channels
Repetition
|
Not relevant
|
Cognitive-transactional
|
Immediate and short term
Based on one-shot exposure
Cognitive and affective, behavioural effects
possible
|
Salience of visual cues
|
Schema make-up
Mood
Goals
|
|
Kekuatan Media
Bervariasi Berdasarkan Waktu
James W Carey (1988) mengatakan, perbedaan keyakinan mengenai dampak media
massa muncul karena adanya perubahan dalam dunia sosial. Media massa
bertanggungjawab kapanpun stabilitas sosial terganggu. Kita tidak bisa
menghilangkan kemungkinan bahwa media massa lebih berpengaruh dengan cara
tertentu ketika krisis atau meningkatkan kewaspadaan.
Judul lain terkait Proses dan Model dari Efek Media :
- Premis Efek Media
- Tipe Kekuasaan Komunikasi
- Tingkat dan Jenis Efek
- Tipologi Proses dari Efek Media
- Respons dan Reaksi Individual (model Stimulus Respons)
- Mediasi Kondisi dari Efek
- Hubungan dan Dampak Sumber-Penerima
- Kampanye
Daftar Pustaka
Unde, Andi
Alimuddin. Televisi & masyarakat Pluralisti. Jakarta: prenada,
2015.
http://budidayakultivasi.blogspot.co.id/2014/01/rangkuman-bab-17-proses-dan-model-efek.htmlhttps://bincangmedia.wordpress.com/tag/tingkatan-efek-media/
Belum ada tanggapan untuk "PROSES DAN MODEL DARI EFEK MEDIA : Sejarah Alamiah Penelitian dan Teori Dampak Media"
Post a Comment