PREMIS EFEK
MEDIA
Efek atau pengaruh adalah perbedaan antara apa
yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah
menerima informasi. Pengaruh dikatakan mengena jika perubahan yang terjadi pada
penerima sama dengan tujuan yang di inginkan komunikator.
Media massa merupakan alat yang kuat dalam
membentuk opini serta efek dalam perilaku. Media memiliki efek yang signifikan.
Kita membeli sesuatu karena iklan, menonton film yang disebutkan disurat kabar,
bereaksi pada berita di media, pada film, pada musik yang diputar di radio, dan
sebagainya. Baik buruknya berita ekonomi mempengaruhi bisnis dan kepercayaan
diri konsumen. Banyak kasus pemberitaan negative
media, seperti pencemaran makanan atau tindakan asusila yang mengarah pada
perubahan perilaku yang signifikan terkadang memiliki dampak ekonomi yang
besar. Citra seseorang juga dapat dibentuk melalui media yang tentu saja hanya
dapat menimbulkan dua efek yaitu baik atau buruk. Oleh karena itu beberapa
peraturan ditujukan untuk mencegah media melakukan kerusakan dan mendukung
media untuk melakukan kebaikan.
Pikiran kita penuh dengan kesan dan informasi
yang diambil dari media. Kita hidup di dunia yang penuh dengan gambar dan suara
dari media, dimana politik, pemerintahan, dan bisnis berjalan dengan asumsi kita
tahu apa yang terjadi di dunia luar. Banyak usaha yang dilakukan oleh media
untuk mendapatkan efek tertentu, terutama dengan menggunakan iklan dan kegiatan
PR, dan biasanya cara ini kurang lebih akan berjalan sesuai dengan rencana.
Walaupun demikian, ketidak pastian masih tetap ada. Sebagai contoh, konsistensi
dan kesepakatan dalam sebuah pesan, integritas laporan berita dari sumber
terpercaya digabungkan dengan khalayak yang luas.
Kita dapat mengharapkan efek tertentu dalam
pengetahuan publik. Tetapi, kita belum mengetahui dengan pasti seberapa besar
perubahan yang akan terjadi atau sektor mana yang akan direspons secara lebih
besar oleh khalayak, bukan individu.
Sangat jarang media menjadi satu-satunya
penyebab dari sebuah efek, hubungannya sangat sulit ditentukan. Terdapat banyak
alasan untuk ketidakpastian ini, dan bahkan pikiran sehat diragukan ketika
berhadapan dengan pertanyaan tentang efek media dalam area moral, opini, dan
perilaku menyimpang yang paling menarik perhatian public. Media hampir tidak
mungkin menjadi penyebab utama dan juga tidak mungkin dijadikan penjelas utama
dari faktor psikologis, social, dan budaya yang terkait. Kita juga harus
melihat media bukan sebagai benda melainkan sebagai pembawa pesan, gambar, dan
ide yang sangat besar dan bervariasi. Sebagian besar material tersebut tidak
berasal dari media, tetapi berasal dari masyarakat dan dikirimkan kembali oleh
masyarakat oleh media.
Efek media cenderung membentuk debat public
dalam media termasuk bentuk media baru seperti internet. Banyak efek potensial
dari media massa terlalu rumit, halus, atau terjadi dalam jangka panjang untuk
diukur dengan pengukuran yang tersedia. Hal yang terpenting adalah kita harus
mempertimbangkan fakta bahwa efek ditentukan sama besarnya oleh penerima pesan.
Menurut Gonzalez dalam (Unde 2015)
ada tiga jenis efek yang ditimbulkan oleh medi massa yaitu, kognitif, afektif,
dan konatif. Gonzales lebih lanjut menjelaskan bahwa ketiga efek ini
berhubungan satu sama lain akan tetapi juga saling indipenden, sehingga
menimbulkan sesuatu pengaruh sekuen yang berbeda. Dengan demikian, perubahan
dalam satu dimensi efek tidak tentu diikuti oleh perubahan perilaku. Efek
kognisi terjadi jika terdapat perasaan pada apa yang diketahui, dipahami, atau
dipersepsi oleh khalayak. Efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan,
keterampilan, kepercayaan, atau informasi. Efek afektif timbul jika terpat
perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi, atau dibenci khalayak. Efek ini ada
hubungannya dengan emosi, sikap, atau nilai. Sedangkan efek behavioral ialah
perilaku yang merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati, yang meliputi
pola tindakan, kegiatan, atau kebiasaan, dan dalam perilaku.
Judul lain terkait Proses dan Model dari Efek Media :
Judul lain terkait Proses dan Model dari Efek Media :
- Sejarah Alamiah Penelitian dan Teori Dampak Media (empat fase)
- Tipe Kekuasaan Komunikasi
- Tingkat dan Jenis Efek
- Tipologi Proses dari Efek Media
- Respons dan Reaksi Individual (model Stimulus Respons)
- Mediasi Kondisi dari Efek
- Hubungan dan Dampak Sumber-Penerima
- Kampanye
Daftar Pustaka
Unde, Andi
Alimuddin. Televisi & masyarakat Pluralisti. Jakarta: prenada,
2015.
http://budidayakultivasi.blogspot.co.id/2014/01/rangkuman-bab-17-proses-dan-model-efek.htmlhttps://bincangmedia.wordpress.com/tag/tingkatan-efek-media/

Belum ada tanggapan untuk "PROSES DAN MODEL DARI EFEK MEDIA : Premis Efek Media"
Post a Comment