Iklan Ads

TEORI EDITING

Teori editing
Teori Editing
(gambar : pexels)


Pengertian Editing

Editing dalam produksi film cerita untuk bioskop dan televisi adalah proses penyusunan atau perekonstruksian gambar dan dialog berdasarkan skenario dan konsep penyutradaraan untuk membentuk rangkaian penuturan cerita sinematik yang memenuhi standar dramatik, artistik dan teknis [1]. Editing adalah pekerjaan memilih gambar (shot) dan menyesuaikan gambar itu dengan gambar berikutnya sehingga menjadi suatu sekuen yang memiliki cerita yang logis dan saling berkaitan [2].


Pengertian Editor


Editor adalah sineas profesional yang bertanggung jawab mengkonstruksi cerita secara estetis dari shot-shot yang dibuat berdasarkan skenario dan konsep penyutradaraan sehingga menjadi sebuah film cerita yang utuh. Seorang editor dituntut memiliki story (kesadaran/ rasa/ of sanse telling indera penceritaan) yang kuat, sehingga tentunya dituntut sikap kreatif dalam menyusun shot Kekuatan dimaksud editor shot-yang ada. yang bahwa seorang harus mengerti akan konstruksi struktur cerita yang menarik, serta kadar dramatik yang ada dalam shot yang disusun shot-dan mampu membuat kesinambungan aspek emosionalnya, serta bisa membentuk irama adegan cerita tersebut secara tepat dari awal hingga akhir film [3].


Tugas Seorang Editor


Ada 3 (tiga) utama dari seorang editor: mencari, memperbaiki dan menerbitkan nakah atau tulisan atau gambar.

1.Tahap Praproduksi
(a) Menganalisa skenario dengan melihat adegan yang tertulis dalam skenario dan mengungkapkan penilaiannya pada sutradara.
(b) Berdiskusi dengan depatermen yang lain dalam script conferenceuntuk menganalisa skenario, baik secara teknis, artistik dan dramatik.
(c) Dalam produksi film cerita untuk bioskop, editor bersama produser dan sutradara menentukan proses pascaproduksi yang akan digunakan seperti kinetransfer, digital intermediate atau negative cutting.

2. Tahap Produksi
Dalam tahap ini seorang editor tidak memiliki tugas dan kewajiban khusus. Namun dalam proses produksi ini seorang editor dapat membantu mengawasi pendristibusian dan kondisi materi mulai dari laboratorium sampai materi tersebut berada di meja editing. Pihak yang dibantu oleh editor adalah individu profesional yang ditujukan oleh rumah produksi yang bersangkutan dalam melaksanakan pendistribusian materi tersbut. Hal ini biasanya dilakukan oleh manajer unit, koordinator pasca produksi (post production supervisor) ataupun seorang runner.

3. Tahap Pasca produksi
(a) membuat struktur awal shot-shot susuai dengan struktur skenario (rough cut 1).
(b) Mempresentasikan hasil susunan rough cut 1kepada sutradara dan produser.
(c) Setelah dilakukan revisi berdasarkan hasil diskusi dengan sutradara dan produser, maka dengan kreativitas dan imajinasi editor, ia membentuk struktur baru yang lebih baik. Dalam struktur baru ini editor harus bisa membangun emosi, irama dan alur yang menarik.
(d) Mempresentasikan dan mendiskusikan struktur baru yang dihasilkan bersama sutradara dan produser hingga struktur yang paling diharapkan (final edit).
(e) Menghaluskan hasil final edit (trimming) hingga film selesai dalam proses kerja editing (picture look).
(f) Dalam produksi film cerita untuk bioskop, editor bersama sutradara membagi hasil editing tersebut menjadi beberapa bagian (reeliing) untuk kebutuhan laboratorium, pengolahan suara dan musik.
(g) Editor dapat menjai rekanan diskusi untuk pengolahan suara dan musik. Diskusi ini berupa penentuan suara efek dan musik sebagai pembentuk kesatuan gambar dan suara yang saling mendukung.
(h) Dalam produksi dilm cerita untuk bioskop, ediotr dapat menjadi pengawas pada proses laboratorium hingga pada proses cetak hasil pertama film (copy A).

[1] Sam Sarumpaet, (ed). Job Description Pekerja Film. Jakarta : FFTV-IKJ. 2008
[2] Morisan. Jurnalistik Televisi Mutakhir. Jakarta : Prenada Media Group. 2008
[3] Sam Sarumpaet, (ed). Job Description Pekerja Film. Op. cit.,

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "TEORI EDITING"

Post a Comment